PS TNI: Ketika Disiplin Barak Dibawa ke Lapangan Hijau

PS TNI jadi buah bibir usai di Piala Jenderal Sudirman 2015.

oleh Luthfie FebriantoDiterbitkan 03 Desember 2015, 20:50 WIB
PS TNI (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta PS TNI jadi buah bibir usai di Piala Jenderal Sudirman 2015. Bagaimana tidak, di tengah himpitan tim-tim Liga Super, PS TNI mampu lolos ke babak 8 besar.

Di Piala Jenderal Sudirman, PS TNI tergabung di grup C bersama Surabaya United, Pusamania Borneo FC, Persela Lamongan, dan, Persib Bandung. Tak ayal, situasi ini membuat tim asuhan Suharto AD itu diprediksi tak mampu melaju ke babak selanjutnya.

Namun demikian, yang terjadi justru di luar dugaan. PS TNI dapat melaju ke babak 8 besar, tanpa mengalami satu kekalahan pun! Bahkan, dari empat pertandingan, tiga kemenangan di antaranya diraih tanpa harus melalui adu penalti.

Baca Juga

  • Profil Manahan, Venue 8 Besar Piala Jenderal Sudirman
  • Intip Aksi Messi Kecil Cetak Gol Spektakuler
  • Desain Stadion Baru Chelsea Seperti Kipas Angin

Salah satu kemenangan bersejarah adalah ketika PS TNI mampu membungkam juara Liga Indonesia sekaligus Piala Presiden, Persib Bandung dengan skor 2-0. Masing-masing gol itu dicetak oleh Wawan Febrianto dan Guntur Triaji.

Catatan statistik kemudian membuktikan, PS TNI merupakan tim kedua paling produktif pada fase grup Piala Jenderal Sudirman. Ya, Tim Loreng total sudah mengemas 10 gol, selisih satu gol dari Arema Cronus.

Berbicara soal kekuatan, kegarangan PS TNI sejatinya tidak datang dalam semalam. Ya, permainan apik mereka di lapangan hijau tidak terlepas dari komposisi pemain yang dimiliki.

Sebagian besar pemain PS TNI adalah penggawa PSMS Medan dan tim nasional Indonesia, yang kini beralih status sebagai prajurit TNI. Sebut saja Ravi Murdianto, Abduh Lestauluh, Dimas Drajad, dan Manahati Lestusen.

Amunisi-amunisi itu tidak dipungkiri berkontribusi besar terhadap keberhasilan PS TNI di Piala Jenderal Sudirman. Dimas Drajad misalnya, eks penggawa tim nasional Indonesia U19 ini sudah menyumbang tiga gol dan menjadi topskor tim.

"Namanya memang PS TNI, tapi hampir semua komposisi tim berasal dari PSMS Medan. Jadi kekompakan tim sudah terasah," kata Abduh Lestaluhu.

Tapi, kesuksesan PS TNI ternyata tak hanya bersumber dari komposisi tim. Kedisiplinan di barak khas TNI juga memberi dampak positif terhadap permainan mereka di lapangan hijau.

Foto dok. Liputan6.com


"Kalau dulu saat di klub, fisik kurang. Tapi di TNI hampir setiap hari kami lari sekitar 10 kilometer. Jadi saat main merasa ada tenaga tambahan," lanjut Abduh.

Kini, target masuk ke babak 8 besar telah terpenuhi. Dan di babak 8 besar, PS TNI tergabung di Grup D bersama dengan Persija Jakarta, Mitra Kukar, dan Semen Padang. Akankah PS TNI dengan kedisiplinan mereka, melangkah lebih jauh?

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya