Liputan6.com, Jakarta Sebelum Fast and Furious, tersebutlah Point Break.
Bagi generasi 1990-an, Point Break menjadi salah satu film asyik yang lahir di era itu. Ditonton lagi filmnya sekarang pun Point Break tetap asyik. Masihkah Anda ingat dengan ceritanya?
Baiklah saya ingatkan lagi. Di kawasan pinggir pantai Kota Los Angeles, sekelompok penjahat merampok bank menggunakan topeng mantan-mantan Presiden AS, yakni Ronald Reagan, Jimmy Carter, Richard Nixon, dan Lyndon B. Johnson. FBI meyakini para perampok itu aslinya para peselancar yang juga penggemar olahraga ekstrem.
Baca Juga
- Menjelaskan Jalan Cerita Fast and Furious dari 1-7 (Spoiler Alert)
- REVIEW Fast and Furious 7
- Trailer Remake Point Break Ini Buktikan Filmnya Layak Dinanti
Advertisement
FBI kemudian mengutus agen terbaiknya, Johnny Utah (Keanu Reeves) untuk menyusup ke kelompok selancar tersebut. Johnny diterima sebagai anggota kelompok. Ia mendapat kepercayaan Bodhi (Patrick Swayze), sang ketua geng yang gila surfing hingga rela menantang maut. Johnny lalu dihadapkan pada dilema sebagai penegak hukum, menggulung penjahat sesuai misinya atau menjadi pengikut Bodhi.
Point Break rilis 1991 dari tangan dingin Kathryn Bigelow, yang di kemudian hari mendapat perhatian Oscar untuk The Hurt Locker dan Zero Dark Thirty. Meski disutradarai perempuan, Point Break dianggap film yang "sangat laki-laki." Ia sebuah film macho yang sedikit sekali menunjukkan sisi kelembutan pria. Kalaupun ada karakter perempuan bernama Tyler (diperankan Lori Petty), porsinya hanya sebagai tempelan, pemanis bagi para pria.