Usai Bunuh Siswi SMP Benhil, Rizal Sempat Bertemu Ibu Korban

Namun dalam rekonstruksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB siang tadi, tidak ada keluarga AAP yang hadir.

oleh FX. Richo Pramono diperbarui 29 Nov 2015, 14:45 WIB
Rizal saat rekontruksi pembunuhan siswi SMP Benhil (Achmad Sudarno/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil rekonstruksi kasus pembunuhan siswi madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) berinisial AAP yang terjadi di Jasinga, Bogor, Jawa Barat, menunjukkan pelaku yang bernama Anwar alias Rizal sempat bertemu ibu korban.

Rizal bertemu di dekat jembatan, tak jauh dari Rusun Karet Tengsin, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Pertemuan itu berlangsung pada Jumat, 23 Oktober dinihari setelah sang paman menghabisi keponakannya itu.

Namun dalam rekonstruksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB siang tadi, tidak ada keluarga AAP yang hadir, baik untuk menyaksikan rekonstruksi atau ikut memeragakan beberapa adegan. Ibu bocah nahas itu diperagakan oleh anggota polwan, sedangkan AAP diperagakan oleh seorang polisi.

Sebanyak 36 adegan rekonstruksi dilakukan siang tadi di bawah cuaca mendung dan gerimis. Rekonstruksi tersebut menunjukkan awal pertemuan Rizal dan AAP sebelum akhirnya meninggalkan rusun menuju Jasinga, Bogor.

"Sebenarnya semuanya total ada 36 adegan. Di sini di rusun ini ada 6 adegan. Nah, sisanya itu di Jasinga (Bogor), ada 30 adegan," ujar Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso di lokasi rekonstrusi, Minggu (29/11/2015).

Beberapa lokasi Rusun Karet Tengsin juga dipergunakan untuk merekonstruksi awal mula kasus pembunuhan ini. Di tempat inilah awal Rizal dan AAP bertemu, lalu berboncengan pergi ke Jasinga.

"Seperti yang kita lihat, tadi ada di parkiran juga adegannya. Lalu di atas jembatan tuh pas menyeberangi sungai. Mereka berboncengan, terus meninggalkan rusun," kata Eko.

Adegan tersebut menunjukan Rizal bertemu dengan AAP pada Kamis, 22 Oktober lalu. Dalam rekonstruksi dijelaskan saat itu siswi SMP itu masih mengenakan seragam sekolahnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan rusun dengan pamannya itu.

Situasi rekonstruksi berjalan cukup menegangkan, dengan disaksikan puluhan warga dengan sorot mata yang tajam. Tidak jarang teriakan dan makian terlontar dari mulut warga kepada Rizal.

"Dasar lo pembunuh. Hukum aja penjara tuh orang begitu seumur hidup. Hukum mati kalau perlu," teriak warga bersautan.

Rekonstruksi pembunuhan sadis ini berlangsung tidak begitu lama, hanya sekitar 40 menit. Cuaca mendung dan gerimis juga terus menyelimuti rekonstruksi ini.

Rizal ditangkap di Pandeglang, Banten, pada 23 November 2015, usai menghilang bersama keluarganya selama 19 hari. Ia kabur dari rumahnya setelah polisi meminta keterangannya terkait kasus tewasnya AAP.

Tindakannya itu justru membuat curiga polisi, hingga akhirnya polisi mencari tahu keberadaan Rizal. Saat ditangkap, pria itu akhirnya mengakui perbuatan biadabnya kepada keponakannya tersebut.

AAP sebelumnya ditemukan terbujur kaku di lahan Perhutani, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 23 Oktober 2015. Kondisi siswi SMP di kawasan Benhil itu saat ditemukan setengah telanjang, hanya memakai bra dan rok seragam sekolah. (Rmn/Mut)**

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya