Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih dalam rentang konsolidasi untuk dapat menguat dalam jangka pendek di awal pekan ini.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan IHSG sedang menguji level support 4.538. Sedangkan target level resistance di kisaran 4.657 yang perlu digapai untuk dapat mengkonfirmasi penguatan dalam jangka menenga.
"Hari ini IHSG berpotensi menguat. Rilis cadangan devisa menunjukkan kalau kondisi ekonomi cukup stabil meski ada sedikit penurunan. Hal ini tentunya akan cukup mempengaruhi pola pergerakan IHSG," ujar William dalam ulasannya, Senin (9/11/2015).
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan laju IHSG mampu bertahan di atas area target support 4.525-4.550 dan sempat berada di target resistance 4.588-4.615, meski akhirnya berakhir di bawah target level itu.
Baca Juga
- Bursa Asia Seret IHSG Turun 10 Poin ke 4.566
- Cadangan Devisa Susut US$ 1 Miliar pada Oktober 2015
Advertisement
Laju IHSG tidak jauh berbeda dengan sebelumnya yang belum menyentuh level 4.546-4.560. Reza menilai, secara tren IHSG mulai terbentuk pelemahan jangka pendek namun masih ditahan dengan adanya aksi beli dari sebagian pelaku pasar.
"IHSG akan berada di rentang support 4.534-4.550 dan resistance 4.589-4.615 pada perdagangan saham Senin pekan ini," ujar Reza.
Untuk rekomendasi saham, William memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar di awal pekan ini. Saham-saham itu antara lain PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Sedangkan Reza memilih saham KAEF, PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).
Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 6 November 2015, IHSG turun 10,68 poin atau 0,23 persen menjadi 4.566,55. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,40 persen ke level 783,82. (Ahm/Igw)