Bogor Gagal Serap Semua Dana Hibah Penanggulangan Banjir Jakarta

Kabupaten dan Kota Bogor gagal membangun sumur resapan dan kolam retensi untuk pengendalian banjir. Bagaimana nasib Jakarta?

oleh Achmad Sudarno diperbarui 05 Nov 2015, 15:00 WIB
Banjir Kampung Pulo, Jakarta

Liputan6.com, Bogor - Bantuan dana hibah untuk penanggulangan banjir Jakarta dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ke Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor tidak sepenuhnya terserap. Selain terkendala waktu pengerjaan, terdapat beberapa proyek yang dinyatakan gagal lelang.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor Asep Yayat Suryatna mengatakan dari nilai bantuan Rp 13 miliar yang digelontorkan Pemprov DKI Jakarta, pihaknya hanya menggunakan dana untuk pengadaan alat biopori.

"Yang terserap hanya pengadaan alat biopori, nilainya sebesar Rp 200 juta," ujar Asep di Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/11/2015).

Sementara dana hibah yang tidak terserap meliputi proyek pembangunan dua kolam yang berfungsi mengendalikan banjir atau kolam retensi beserta tembok penahan tanah (TPT) di Kelurahan Cibuluh dan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, yang nilainya mencapai Rp 8 miliar.

"Untuk pengerjaan fisik dua kolam retensi dan TPT tidak bisa dikerjakan karena tidak cukup waktu. Apalagi Pemprov DKI baru mengucurkan dananya lewat pertengahan tahun," kata dia.

Selain itu, proyek pembangunan sumur resapan senilai Rp 1,5 miliar, sumur imbuhan senilai Rp 2 miliar, dan sumur bioretensi senilai Rp 560 juta dinyatakan gagal lelang karena kurang peminat.

"Penyedia barang dan jasa belum ada yang bisa membuat sumur-sumur seperti itu. Tapi nantinya proyek yang gagal akan dilakukan lelang ulang tahun depan," tutur Asep.

Kolam retensi dan sumur-sumur tersebut nantinya akan dibangun tersebar di enam kecamatan, yaitu di Bogor Timur, Bogor Selatan, Bogor Utara, Bogor Tengah, Bogor Barat, dan Tanah Sareal.

Sumur-sumur resapan tersebut berfungsi untuk mengurangi risiko banjir di Jakarta. Air dari Bogor nantinya tidak akan langsung mengalir ke Ibu Kota, tapi ditampung di sumur resapan dan kolam retensi.

"Untuk menunjang hal ini, diharapkan tahun depan bantuan digelontorkan saat awal tahun, sehingga bisa dikerjakan. Sementara dana hibah akan dikembalikan dan diajukan lagi tahun depan," kata Asep.

Hal senada juga disampaikan Bupati Bogor Nurhayanti. Dia mengatakan dana bantuan yang digelontorkan Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 67,4 miliar untuk program pengendalian banjir Jakarta tidak sepenuhnya terserap.

"Hibah dari DKI tidak bisa terserap semua karena waktunya tidak mencukupi untuk pembangunan. Untuk yang tidak terserap saya sudah minta agar bisa dilakukan di 2016, di samping meningkatkan kerja sama lainnya," ujar Nurhayanti. (Dry/Sun)**

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya