Babak 10 Besar SUCA 2015, Komika Diberi Tantangan Tema

Tantangan yang diberikan juri Stand Up Comedy 2015 makin berat.

oleh Puji Astuti HPS diperbarui 03 Nov 2015, 13:40 WIB
Suasana acara Standup Comedy Academy Indosiar, Jakarta, Senin (5/10/2015). Stand Up Comedy Academy Indosiar telah menemukan 24 comica yang akan bersaing mencari posisi pertama. (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Liputan6.com, Jakarta Babak 10 Besar Stand Up Comedy Academy 2015 sudah di depan mata. Tantangan yang diberikan juri pun makin berat. Untuk babak 10 besar, yang eliminasi babak 14 besar-nya baru selesai Senin (2/11/2015) malam, ditetapkan tema untuk dipilih para komika yang tersisa.

Babak 10 besar akan dimulai hari Selasa (3/11/2015).

Komika grup pertama yang masih beruntung melaju adalah Ephy (NTT), Musdalifah Basri (Pinrang), Newendi Septian (Lampung), Lufi Ipul (Tegal), dan Yudha Keling (Jakarta), setelah Heri Horeh (Jakarta) menyusul Falah Akbar gagal lolos. Grup pertama mendapat tantangan 3 Tema yaitu Hobi, Flora Fauna, dan Sinetron. Newendi dan Ipul memilih Hobi, Ephy memilih Flora Fauna, terakhir Musdalifah memilih Sinetron. Khusus Yudha Keling dipilihkan tema berbeda dari juri yakni Menjadi Orang Kaya.

Salah satu peserta wanita menunjukkan aksinya saat Standup Comedy Academy Indosiar, Jakarta, Senin (5/10/2015). Stand Up Comedy Academy Indosiar telah menemukan 24 comica yang akan bersaing mencari posisi pertama. (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Sementara grup kedua masih menyisakan Lolox (Medan), Mas Cemen (Brebes), Denny Gitong (Jakarta), Pandu Winoto (Tegal) dan Ricky Wattimena (Ambon). Benidictus Siregar (Yogyakarta) gantung mic menyusul Popon (Medan). Tantangan Tema 10 besar untuk grup kedua adalah Sejarah, Teknologi dan Olahraga.

Pandu memilih Sejarah, Mas Cemen memilih Teknologi, Denny Gitong-Ricky Wattimena kompak memilih Olahraga. Seperti grup pertama, di grup kedua ada Lolox yang mendapat tantangan berbeda yaitu Kehidupan Asmara/Pribadi.

Lolox Stand Up Comedy Academy [Foto: Sapto Purnomo/Liputan6.com]

Dengan adanya tantangan tema ini, tak hanya membuat pusing para komika tapi juga butuh kerja keras para mentor untuk anak didik mereka. Hal ini juga sebagai bagian dan cara untuk menghibur penonton yang belakangan merasa konten SUCA 2015 terasa monoton.

Melihat data rating kepemirsaan yang makin kuat, SUCA saat ini sih stabil berada diperingkat ke-2 dengan rata-rata TVR 4 dan Share di kisaran 20-23 persen. Namun, dengan makin variatifnya tema stand up di setiap babak bisa diharapkan meningkatkan awareness penonton. Di tengah rating sinetron SCTV yang trennya menurun belakangan ini, hanya SUCA rasanya yang berpotensi mencapai puncak rating untuk menumbangkan Anak Jalanan yang tayang di stasiun TV sebelah. Mampukah SUCA 2015 jadi peringkat pertama? (Puj/Ade)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya