Sensitif Mana, Lampu Sein Pakai Mika Warna Jingga Atau Bening?

Lampu sein dengan mika bening dan bohlam berwarna jingga malah kurang menarik perhatian pengendara lain.

oleh Yongki SanjayaDiterbitkan 30 Oktober 2015, 17:08 WIB
Lampu sein dengan mika bening dan bohlam berwarna jingga malah kurang menarik perhatian pengendara lain.

Liputan6.com, Jakarta - Kendaraan-kendaraan modern saat ini ada yang menggunakan lampu sein dengan mika bening. Padahal, kendaraan-kendaraan sejak lama menggunakan mika sein berkelir jingga.

Menurut studi yang dilakukan oleh NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) pada 2009 lalu yang dikutip dari akun Facebook resmi Suzuki Motor Indonesia menyebut jika lampu sein dengan mika bening dan bohlam berwarna jingga malah kurang menarik perhatian pengendara lain.

Sementara itu, lampu sein dengan mika berwarna jingga dan bohlam bening malah sebaliknya, menarik perhatian pengendara lain.

Baca Juga

  • Kenapa Lampu Rem Berwarna Merah dan Sen Kuning? Ini Alasannya
  • Mengapa Ban Berwarna Hitam? Ini Penjelasannya

Kondisi ini dijelaskan hanya terjadi saat siang hari. Tampaknya, kondisi mika yang bening membuat pancaran cahaya bohlam lampu sein cenderung tersamarkan karena kuatnya sinar matahari.

Penggunaan mika berwarna jingga ini ditetapkan sejak 1963 di Amerika. Padahal sebelumnya, mika sein yang terdapat pada kendaraan umumnya masih bening.

Peraturan ini lantas diterapkan oleh produsen kendaraan di seluruh dunia. Meskipun teknologi sudah semakin berkembang dengan penggunaan LED, produsen kendaraan pada umumnya masih menggunakan mika penutup sein dengan warna jingga.

(ysp/sts)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya