Ini Oleh-oleh Pemerintah dari Silicon Valley

delegasi telah melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah pengusaha venture capital Amerika Serikat.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 29 Oktober 2015, 21:53 WIB
Menkominfo Rudiantara bertandang ke kantor pusat Facebook di Menlo Park, California (Dok: Kemkominfo)

Liputan6.com, Jakarta - Meskipun tanpa Presiden Joko Widodo, para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non kementerian berupaya mengoptimalkan kunjungan kerjanya ke Silicon Valley, Amerika Serikat.

Hal ini dilakukan dengan mendapatkan beberapa tawaran kerjasama dari beberapa perusahaan papan atas di bidang teknologi informasi di Silicon Valley.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyampaikan, delegasi telah melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah pengusaha venture capital Amerika Serikat.

“Ada beberapa kesepakatan yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan Silicon Valley tersebut. Di antaranya kerjasama dengan UKM serta rencana pembangunan pusat riset dan pengembangan,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada pers, Kamis (29/10/2015).

Franky menjelaskan dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan beberapa perkembangan layanan investasi yang dilakukan oleh Indonesia. Terutama terkait perubahan pola pikir perizinan dengan membuat one stop service, debottlenecking, serta meningkatkan perbaikan iklim investasi.

Bersama dengan Menkominfo Rudiantara, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Franky ditugaskan Presiden Jokowi untuk meneruskan kunjungan ke Sillicon Valley dan menjajaki potensi investasi di sektor kreatif digital.

Presiden Jokowi sendiri membatalkan kunjungan dan pulang lebih cepat ke Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan kabut asap di beberapa wilayah.

Kepala BKPM juga mengemukakan bahwa delegasi mengantongi tawaran bantuan datang dari Microsoft dan Facebook. Dua perusahaan raksasa Silicon Valley dengan kapitalisasi pasar masing-masing dikisaran US$ 420 miliar dan US$ 250 miliar.

“Microsoft menawarkan software gratis bagi 47 juta pelajar dan guru-guru di Indonesia, sementara Facebook menawarkan peningkatan kapasitas bagi UKM di desa terpencil. Untuk tahap awal direncanakan peningkatan kapasitas tersebut untuk 500 UKM,” katanya.

Selain bertemu dengan pimpinan Microsoft dan Facebook, delegasi juga mengunjungi Google Plug & Play (inkubator dan accelerator), di mana dalam pertemuan dengan Google dilakukan penandatangan nota kesepahaman Project Loon yang berisi tentang kerjasama akses internet di daerah terpencil menggunakan balon udara, antara Google dengan provider telekomunikasi di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat, dan XL. Delegasi juga tercatat melakukan pertemuan perwakilan Apple, dan Marvell Tech, serta komunitas diaspora Silicon Valley.  (Yas/Zul)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya