Eks Kiper Timnas yang Hilang Ingatan Pernah Berkostum Sampdoria

Kurnia Sandy masuk tim utama Sampdoria sebagai keempat pada 1996-97.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 26 Oktober 2015, 04:27 WIB
Eks Kiper Timnas Kurnia Sandy pernah berkostum Sampdoria. (Liputan6.com/altervista.org)

Liputan6.com, Jakarta Nama Kurnia Sandy sudah lama tenggelam dari sepak bola Indonesia. Namun di erah keemasannya, pria kelahiran Semarang, 24 Agustus 1975, itu merupakan salah satu tembok kokoh Tim Nasional Indonesia.

Kurnia Sandy merupakan satu dari sederet nama yang pernah merasakan program pemusatan latihan jangka panjang di Italia. Dia tergabung dalam Timnas Primavera yang berlatih di Sampdoria, Italia, 1994.

Kemampuannya di bawah mistar gawang cukup menonjol kala itu. Itu sebabnya, dia sempat mendapat kesempatan untuk masuk tim US Sampdoria bersama striker legendaris Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto dan gelandang Bima Sakti. Pada 1996-97, Kurnia bahkan masuk tim utama sebagai kiper keempat. Saat itu, i Blucerchiati masih ditangani pelatih asal Swedia, Sven-Göran Eriksson.

Sayang, sebagai kiper keempat, Kurnia tak pernah mendapat kesempatan untuk tampil hingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia.Bermodalkan pengalaman dari Negeri Pizza, tak sulit bagi Kurnia untuk mendapatkan klub. Pelita Jaya yang sempat dibelanya pada 1994-95 kembali menampungnya sepulang dari Sampdoria. Setelah tiga musim bersama, Kurnia pindah ke Persikabo Bogor.

Sepulang dari Italia, Kurnia Sandy juga beberapa kali memperkuat timnas. Dia ikut memperkuat Timnas Indonesia saat pertama kali tampil di Piala Asia 1996 lalu. Kurnia mendapat kepercayaan sebagai kiper utama ketika Indonesia bertemu Kuwait di laga perdana, 12 April 2015.

Skor berakhir 2-2, namun Indonesia mampu mencuri perhatian lewat gol cantik Widodo C Putro. Namanya melambung setelah membobol gawang Kuwait lewat tendangan salto. Sayang di laga-laga berikutnya, Indonesia juga gagal merebut kemenangan sehingga tak mampu melanjutkan langkah ke fase knock out.


Merintis Karier Sebagai Pelatih

Menpora Imam Nahrawi mengunjungi Kurnia Sandy di RSUD Sidoarjo (Humas Kemenpora)

Kurnia Sandy hanya tiga tahun berseragam timnas. Sejak 1995, total 24 kali dia memperkuat Merah Putih. Selanjutnya, Kurnia Sandy lebih banyak tampil di klub bersama tim-tim yang berbeda. Dan setelah memutuskan gantung sarung tangan 2012 lalu, Kurnia pun mulai merintis karier sebagai pelatih.

Dua tahun lalu, dia sempat menangani Academy Frenz Malaysia. Kurnia juga sempat mendampingi Fachri Husaeni menangani Timnas U-19. Tapi malang, saat ini Kurnia hanya bisa terbaring lemah di RSUD Sidoarjo. Dia tiba-tiba sulit mengenali siapapun, bahkan istri dan anak-anaknya.

Lanjut Baca:

Sejumlah kerabat telah datang menjenguknya. Mereka memberi semangat kepada [Kurnia Sandy](2348895 ""). "Saya tanya, ingat siapa saya. Dia hanya mengangguk, tapi tidak bisa menyebutkan nama saya. Tapi saya senang dia sudah bisa tersenyum saat ngobrol tadi," kata [Bima Sakti](2348901 "") kepada Liputan6.com. Bima bercerita, waktu membela Timnas pada 1996, Kurnia Sandy sempat berbenturan dengan pemain Kuwait. Saat itu, hidungnya patah dan mengalami pendarahan hebat. Namun, Bima enggan berandai-andai. "Bisa jadi, itu salah satu faktor penyebabnya. Semoga saja Sandy cepat sembuh dan kembali beraktivitas," jelas pemain yang sama-sama membela Timnas Primavera dengan Kurnia Sandy ini. (Rco/Bog) Biodata Singkat:Nama: Kurnia SandyLahir: Semangar, 24 Agustus 1975 Tinggi: 1.78 m Posisi: Kiper Karier Yunior:1993 PSSI Primavera1994 Sampdoria Primavera Karier Senior:1994–1996 Pelita Jaya 1996–1997 Sampdoria 1997–2000 Pelita Jaya 2001-2002 Persikabo Bogor 2002-2003 PSM Makassar 2003–2006 Arema Malang 2006-2008 Persik Kediri 2008–2009 Persebaya Surabaya 2009–2010 Mitra Kukar 2011–2012 Bandung FC Tim Nasional:1995-1998: Indonesia

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya