Liputan6.com, Jakarta Setelah semula direncanakan berlangsung di Makasar, malam puncak Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2015 berlangsung di Yogyakarta, Sabtu (24/10/2015) malam.
Pengunagerahan Piala Dewantara, sebutan bagi piala pemenang AFI, berlangsung di Benteng Veredeburg, Yogyakarta. AFI merupakan ajang penghargaan bagi insan perfilman yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Advertisement
Di ajang AFI 2015 diberikan piala untuk 17 kategori, dengan 14 penghargaan utama dan 3 penghargaan inspiratif.
Penghargaan Utama mencakup Apresiasi Film Fiksi Panjang, Apresiasi Film Anak, Apresiasi Film Fiksi Pendek kategori Umum, Apresiasi Film Fiksi Pendek kategori Pelajar, Apresiasi Film Dokumenter kategori Umum, Apresiasi Film Dokumenter kategori Pelajar, Apresiasi Film Biografi, Apresiasi Festival Film, Apresiasi Kritik Film, Apresiasi Poster Film, Apresiasi Komunitas Film, Apresiasi Pemerintah Daerah, Apresiasi Lembaga Pendidikan Formal, dan Apresiasi untuk Media Cetak.
Sedangkan Penghargaan Inspiratif meliputi Apresiasi Adi Karya, Apresiasi Adi Insani, dan Apresiasi Kajian Akademik Tentang Film.
Dikatakan pengamat film Yan Widjaya di akun Twitter-nya, AFI 2015 diikuti 113 judul film fiksi panjang, 13 judul film fiksi anak, 140 judul film fiksi pendek umum, 32 judul film fiksi pendek pelajar, 55 judul film dokumenter umum, 24 judul film dokumenter pelajar, sembilan poster film, dan 10 film untuk Adhi Karya.
Dilansir Pikiran Rakyat, Sabtu,17 Oktober lalu, rangkaian kegiatan AFI 2015 dimulai dengan peluncuran di Jakarta yang dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Kesenian dan Perfilman Kemdikbud Endang Caturwati, Kepala Sinematek Adisurya Abdy, dan anggota DPR yang menjadi Duta AFI 2015, Venna Melinda.
Pada pertengahan Oktober kemarin pula diputuskan malam puncak dipindah dari Makassar ke Yogyakarta. Dikutip Pikiran Rakyat, Direktur Potensindo Global sekaligus pelaksana AFI 2015 Lucia Arry menyatakan pemindahan lokasi AFI 2015 berkaitan dengan persiapan daerah yang menjadi tuan rumah dan apresiasi dari masyarakat setempat terhadap perfilman nasional.