Liputan6.com, Bangka Barat: Tambang timah laut atau TI apung kian merajalela di Bangka Barat, Bangka Belitung, sejak beberapa waktu terakhir. Peraturan daerah yang menyebut kegiatan itu tak bisa disebut ilegal semakin memberi angin segar pada pemain timah. Ratusan TI apung berwujud kapal hisap timah berskala kecil pun terus menyedot pasir timah dari dasar laut.
Kegiatan TI apung ini berdampak pada kerusakan terumbu karang dan keruhnya air laut. Ratusan nelayan pun kesulitan menangkap ikan. Tapi mereka tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, para nelayan mengatakan polisi dan preman justru menjadi pelindung para penambang timah tersebut.
Anggota DPRD setempat kini tengah berusaha mencari jalan keluar dari persoalan itu. Terlebih, kebanyakan penambang bukan berasal dari warga asli Bangka Barat. Pihak DPRD mengaku kesulitan karena usaha mereka tak direspon pihak terkait. Para anggota dewan pun memilih bergerak sendiri mengatasi permasalahan menyangkut lingkungan dan kehidupan masyarakat itu.(IKA/VIN)
Kegiatan TI apung ini berdampak pada kerusakan terumbu karang dan keruhnya air laut. Ratusan nelayan pun kesulitan menangkap ikan. Tapi mereka tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, para nelayan mengatakan polisi dan preman justru menjadi pelindung para penambang timah tersebut.
Anggota DPRD setempat kini tengah berusaha mencari jalan keluar dari persoalan itu. Terlebih, kebanyakan penambang bukan berasal dari warga asli Bangka Barat. Pihak DPRD mengaku kesulitan karena usaha mereka tak direspon pihak terkait. Para anggota dewan pun memilih bergerak sendiri mengatasi permasalahan menyangkut lingkungan dan kehidupan masyarakat itu.(IKA/VIN)