Liputan6.com, Tenggarong - Kapasitas Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, boleh jadi tengah dipertaruhkan dalam laga leg pertama semifinal Piala Presiden kontra Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (4/10/2015). Persib datang ke markas Mitra Kukar tanpa enam pemain bintang mereka.
Empat pemain Persib sudah mengantongi dua kartu kuning yaitu Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Hariono, dan Zulham Zamrun. Sedangkan Ilija Spasojevic diganjar kartu merah dalam laga terakhirnya bersama Persib.
Satu pemain lagi, Muhammad Ridwan menderita cedera kaki dan bahkan bisa absen hingga partai final Piala Presiden 2015. Maung Bandung jelas mengunjungi kandang Naga Mekes dalam kondisi skuat yang pincang.
Ini tentu menjadi ujian bagi pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut. Tidak sedikit yang menilai kehebatan Persib, karena diisi pemain-pemain berkualitas dan sarat pengalaman.
Djanur juga perlu membuktikan diri bahwa Persib tetap hebat, meski tanpa diperkuat sejumlah pemain bintangnya. Dengan skuat yang ada sekarang, Djanur perlu memutar otak siapa yang harus diturunkan kala bermain di markas Mitra Kukar.
Advertisement
Bukan Karena Pemain Bintang
Bukan hanya itu, ini juga sekaligus pembuktian bahwa Djanur bisa membawa Persib juara Indonesia Super League (ISL) 2014, bukan semata karena sederet pemain bintangnya. Tapi, keahlian Djanur meramu taktik juga berperan penting dalam kesuksesan Maung Bandung.
Soal pengalaman menyambangi markas Mitra Kukar, Persib mampu membawa pulang kemenangan di pertemuan terakhir kedua tim di Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Kala itu, Persib menang 3-2 atas tuan rumah Naga Mekes.
Namun, dalam dua laga di Stadion Aji Imbut sebelumnya, Persib selalu tidak berdaya dari Mitra Kukar. Yang pertama pada ISL 2013, Mitra Kukar menang 4-2 atas Persib. Lalu, pada ISL 2012, Naga Mekes membungkam Maung Bandung dengan skor 3-0.
Dengan kondisi skuat yang pincang, bagaimana peluang Persib di kandang Mitra Kukar? Situasi tersebut memaksa Djanur menurunkan pemain pelapis di sejumlah pos penting kala berhadapan dengan Mitra Kukar.
Sinyal Persib menargetkan untuk menahan imbang tuan rumah Mitra Kukar tersirat dalam pernyataan Djanur. Namun, pelatih berusia 50 tahun ini menepis anggapan Persib hanya mengincar hasil imbang di Stadion Aji Imbut.
"Saya sudah tegaskan anak-anak jangan ada beban, supaya mereka percaya diri dan jangan takut. Saya percaya pemain memiliki kualitas yang baik," kata Djanur kepada wartawan.
"Target kita meraih poin di sana. Saya yakin bisa meraih poin. Tapi kita mengejar menang lah," sambungnya.