Liputan6.com, Jakarta Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan kondisi bayi akan baik-baik saja meski ketika masih di kandungan sang ibu menjalani pengobatan kanker.
Sebuah studi yang melibatkan 129 bayi yang ibunya memiliki kanker dan menjalani pengobatan saat hamil itu tidak menempatkan risiko besar pada bayi. Anak yang terpapar kemoterapi sejumlah 96 jiwa; sementara 11 bayi di antaranya terkena radioterapi; 13 bayi lainnya tetap berada di kandungan ketika ibunya menjalani operasi; dua bayi terpapar obat yang dikonsumsi sang ibu; dan 14 bayi lainnya tak terpapar pengobatan apa pun karena saat masih di kandungan sang ibu sama sekali tidak menjalani perawatan kanker.
Advertisement
"Secara khusus, efek kemoterapi tidak memberi efek pada perkembangan maupun fungsi kognitif bayi," terang peneliti seperti dikutip laman Time, Selasa (29/9/2015).
Lewat penelitian ini peneliti mengungkapkan bahwa diagnosa kanker saat hamil bukan berarti perlu mengakhiri kehamilannya. "Tapi tetap perlu diingat untuk selalu berhati-hati, pada umumnya pengobatan kanker pada ibu hamil di trisemester kedua atau sesudahnya tidak berbahaya bagi janin," terang peneliti.
Sayangnya tidak semua obat kemoterapi yang digunakan ibu diteliti. Selain itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.