Liputan6.com, Cirebon: Ratusan warga Desa Kanci Kulon, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (4/6), berunjuk rasa di lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) swasta di Desa Kanci. Aksi semacam ini kerap terjadi karena protes warga belum juga ditanggapi pihak terkait. Sebelumnya warga melakukan long march menuju lokasi proyek dengan melintasi jalur utama pantai utara. Akibatnya, lalu lintas di ruas jalan utama Cirebon-Jawa Tengah sempat macet.
Unjuk rasa ini dipicu sikap perusahaan yang dianggap diskriminatif dalam membayar ganti rugi tanah warga. Sebagai tahap awal harga tanah dibayar Rp 14 ribu hingga Rp 30 ribu per meter persegi. Namun saat ini harga tanah warga lain dibayar per meter Rp 90 ribu hingga Rp 150 ribu. Karena itu warga merasa dibohongi PT Cirebon Electronic Power selaku pemilik proyek. Mereka menduga ada permainan harga yang dilakukan pengelola proyek.(IAN)
Unjuk rasa ini dipicu sikap perusahaan yang dianggap diskriminatif dalam membayar ganti rugi tanah warga. Sebagai tahap awal harga tanah dibayar Rp 14 ribu hingga Rp 30 ribu per meter persegi. Namun saat ini harga tanah warga lain dibayar per meter Rp 90 ribu hingga Rp 150 ribu. Karena itu warga merasa dibohongi PT Cirebon Electronic Power selaku pemilik proyek. Mereka menduga ada permainan harga yang dilakukan pengelola proyek.(IAN)