REVIEW Black Mass, Johnny Depp dan Glorifikasi Gangster di Film

Di Black Mass, Johnny Depp berperan sebagai sosok nyata bernama James “Whitey” Bulger, gangster Boston nan kejam.

oleh Ade IrwansyahDiterbitkan 21 September 2015, 15:00 WIB
Film Black Mass yang dibintangi oleh Johnny Depp. (Warner Bros. Pictures)

Liputan6.com, Jakarta SPOILER ALERT! PERINGATAN Ulasan Black Mass ini bagi sebagian orang akan dianggap mengandung bocoran cerita.

Ketika menonton Black Mass, yang sedang diputar di bioskop, mudah sekali fokus kita tersita pada bintang utamanya, Johnny Depp (52).

Di film tersebut, Depp memang tampil lain sekali dari yang sudah-sudah—setidaknya dalam 13 tahun terakhir kariernya di jagat sinema.

Pada suatu masa, Johnny Depp pernah dianggap sebagai salah satu aktor terbaik dari generasinya. Dari satu film ke film lain, ia kerap menampilkan akting yang berbeda dengan hasil maksimal. Sosoknya persis bunglon.

Satu kali ia seorang robot berhati manusia (Edward Scissorhand), pria udik pemurung (What’s Eating Gilbert Grape?), penegak hukum yang larut dalam kehidupan gangster (Donnie Brasco), atau pemabuk penuh daya khayal (Fear and Loathing in Las Vegas).

Namun, sepanjang dekade 2000-an, masa saat berada di puncak karier, Depp justru terkungkung dalam satu peran tipikal: pria nan nyentrik yang ogah dewasa. Peran macam begitu pertama ia mainkan di Pirates of the Caribbean: Curse of the Black Pearl (2003), sebagai bajak laut Kapten Jack Sparrow.

Tiga aktor resmi bisa beradu akting dengan Johnny Depp dan Brenton Thwaites dalam Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales.

Peran tersebut begitu mengakar pada sosoknya (ia sampai memainkannya empat kali dan kini sedang syuting yang kelima). Meski main berbagai film selain waralaba Pirates of the Caribbean, kita kemudian hanya melihat satu sisi Johnny Depp, entah di Charlie and the Chocolate Factory, Alice in Wonderland, maupun Lone Ranger.

Sebuah tulisan di majalah Total Film pernah mengulas mengapa Johnny Depp terperangkap pada peran yang itu-itu saja. Jawabannya adalah ketenaran. Peran-peran kekanak-kanakan yang ia mainkan di Pirates of the Caribbean dan yang lain-lain telah membuatnya memuncaki karier, menjadikannya aktor dengan bayaran termahal, paling membuat untung studio film dan pada akhirnya membuat ia kaya raya.

Lanjut Baca:

Tapi untunglah, setelah kegagalan beberapa film terakhirnya, Depp sadar bahwa ia masih memiliki potensi sebagai Aktor dengan “A” besar. Ia sadar pernah jadi bunglon. Dan kemampuannya itu kini diperlihatkannya lagi lewat Black Mass. Ya, Black Mass jadi pembuktian—terutama bagi generasi yang hanya mengenalnya sebagai Jack Sparrow—kalau ia aktor terhebat dari generasinya—generasi yang melahirkan Sean Penn, Robert Downey Jr., dan Tom Cruise. Di Black Mass, Johnny Depp berperan sebagai sosok nyata bernama James “Whitey” Bulger, gangster Boston nan kejam. Seperti kebanyakan film-filmnya, peran Bulger ini pun membutuhkan riasan wajah untuk menghidupkannya. Wajah tampannya nyaris terbenam di balik kepala setengah botak yang menyisakan rambut warna perak, serta hidung palsu. Namun bedanya, kali ini Depp tak semata mengandalkan riasan. Sosok kekanak-kanakannya hilang berganti sifat bengis yang bikin ngeri penonton.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya