Entah sekadar ikut-ikutan atau memang ingin lebih romantis menjelang Hari Kasih Sayang, penyanyi Ardina Rasti berencana menggandeng kekasihnya Lucky Widja sebagai pasangan duet di album terbaru. Padahal sebelumnya Lucky yang mantan personel grup Element selalu menolak ajakan duet Rasti--sapaan akrab Ardina. Karenanya, Rasti mengaku bersyukur saat Lucky akhirnya bersedia bernyanyi berdua. Demikian diungkapkan Rasti di kawasan Kota, Jakarta Pusat, Ahad (8/2).
Lagu yang dijadikan single duet adalah Sumpah Mati. Lagu tersebut juga dijadikan soundtrack film yang masih dirahasiakan informasinya. Rasti berharap, angka penjualan album bertajuk Pelangi ini lebih sukses dibanding album terdahulu.
Rasti menambahkan, Lucky tidak hanya terlibat berduet, namun juga didaulat menjadi produser. Maklum Rasti tergolong baru dan sadar akan kemampuannya. Perempuan bernama lengkap R.A. Ardina Rasti Widiani ini juga menjamin, album keduanya lebih dewasa dari sebelumnya. Pun lebih berwarna. Segala unsur musik seperti ska, pop, hingga disko turut dibenamkan di album ini.
Sadar dengan kemampuannya, Rasti mengaku tidak mengharapkan profesi barunya sebagai alat penimbun uang. Rasti tidak menjual suara seperti solois perempuan laonnya. Ada nilai lain yang ingin disodorkannya kepada pecinta musik Indonesia. Dia ingin sukses dan menunjukkan jati dirinya dengan membawakan lagu sendiri.
Terbukti setelah sukses mengemas karyanya dalam debut album, belakangan Rasti berencana merilis album kedua. Album ini dibikin penuh "warna". Tujuannya agar kesepuluh tembang di dalamnya terdengar apik dan variatif.
(Bjk/Asw)
Lagu yang dijadikan single duet adalah Sumpah Mati. Lagu tersebut juga dijadikan soundtrack film yang masih dirahasiakan informasinya. Rasti berharap, angka penjualan album bertajuk Pelangi ini lebih sukses dibanding album terdahulu.
Rasti menambahkan, Lucky tidak hanya terlibat berduet, namun juga didaulat menjadi produser. Maklum Rasti tergolong baru dan sadar akan kemampuannya. Perempuan bernama lengkap R.A. Ardina Rasti Widiani ini juga menjamin, album keduanya lebih dewasa dari sebelumnya. Pun lebih berwarna. Segala unsur musik seperti ska, pop, hingga disko turut dibenamkan di album ini.
Sadar dengan kemampuannya, Rasti mengaku tidak mengharapkan profesi barunya sebagai alat penimbun uang. Rasti tidak menjual suara seperti solois perempuan laonnya. Ada nilai lain yang ingin disodorkannya kepada pecinta musik Indonesia. Dia ingin sukses dan menunjukkan jati dirinya dengan membawakan lagu sendiri.
Terbukti setelah sukses mengemas karyanya dalam debut album, belakangan Rasti berencana merilis album kedua. Album ini dibikin penuh "warna". Tujuannya agar kesepuluh tembang di dalamnya terdengar apik dan variatif.
(Bjk/Asw)