Wakatobi Jadi Tuan Rumah Konferensi Kepala Daerah Asia Pasifik

Konferensi ini juga akan dihadiri beberapa kepala daerah tersohor di Indonesia yang akan menjadi pembicara.

oleh Audrey Santoso diperbarui 02 Sep 2015, 02:21 WIB
Citizen6, Sulawesi Tenggara: Dalam Launching Sail Wakatobi-Belitong 2011 turut digelar berbagai atraksi daerah. Tujuan dari Sail Wakatobi - Belitong 2011 adalah menggalang keterpaduan dalam pemanfaatan potensi daerah. (Pengirim: Efrimal Bahri)

Liputan6.com, Jakarta Kabupaten Wakatobi di Sulawesi Tenggara akan menjadi tuan rumah Konferensi Kepala Daerah yang dihadiri 300 perwakilan dari seluruh negara Asia Pasifik yang akan digelar 5 sampai 7 September 2015. Pertemuan ini diselenggarakan oleh organisasi pemerintah antarkota se-Asia Pasifik atau United Cities and Local Goverments (UCLG Aspac).

UCLG Aspac adalah suborganisasi dari organisasi pemerintah antarkota sedunia UCLG World yang merupakan mitra Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam hal memajukan pembangunan perkotaan.

"UCLG merupakan organisasi bergengsi di mata PBB. Satu-satunya organisasi yang mampu mengadvokasi PBB dalam masalah-masalah urban. Untuk di Asia Pasifik yang mengkoordinasi adalah UCLG Aspac," ujar Bupati Wakatobi Hugua di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).

Latar belakang diadakannya konferensi di Wakatobi adalah untuk menyamakan visi dan misi para pemimpin daerah di kota-kota yang menjadi anggota UCLG Aspac. Untuk kemudian dibahas ke Forum Konferensi PBB mengenai permukiman perkotaan atau HABITAT III di Quito, Ekuador pada Oktober tahun depan.

Hugua menerangkan, ada 3 topik inti dalam konferensi di Wakatobi nanti, yaitu upaya menekan polusi udara (low carbon society), pembangunan perkotaan yang berkelanjutan (sustainble urbanization) dan kebijakan pemerintah yang mendukung kemajuan perkotaan (good governance).

"Semua pokok bahasan akan ditinjau dari perspektif kepentingan, kebutuhan, minat dan perspektif masyarakat dan pemerintahan lokal. Jadi pembangunan tidak hanya perlu dilakukan di kota-kota besar, tapi juga di kota kecil. Karena yang kecil lebih banyak dari yang besar," kata Hugua.

Cetuskan Deklarasi

Sebagai salah satu dari 40 kepala daerah yang menjadi anggota United Nation Advisory Commity Local Authority (utusan UCLG World untuk mengeksplor permasalahan perkotaan di dunia), Hugua berharap kesepahaman visi yang akan dideklarasikan pada penutupan konferensi di Wakatobi mampu merepresentasikan isu-isu wilayah perkotaan di Asia Pasifik.

"Deklarasi ini diharapkan menjadi suara bersama forum Konferensi Asia-Pasifik dan juga wujud komitmen komunikasi antarpemerintahan lokal sekawasan Asia Pasifik dalam mendukung konsep pembangunan perkotaan yang berkelanjutan," ungkap dia.

Forum Konferensi PBB HABITAT II sebelumnya diselenggarakan di Istanbul Turki pada 1996. 20 Tahun sebelumnya, Forum Konferensi PBB HABITAT I diadakan di Vancouver Kanada pada 1976.

Rencananya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan hadir dalam pembukaan konferensi dan berpidato di hadapan peserta. Konferensi ini juga akan dihadiri beberapa kepala daerah tersohor di Indonesia yang akan menjadi pembicara, seperti Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Walikota Banda Aceh Liza Saaduddin.

Kemudian Gubernur Bangkok (Thailand) Sukhumband Paribatra, Walikota Guangzhou (Cina) Chen Jianhua, Gubernur Jeju (Korea) Won Hee Ryong, Walikota Catbalogan (Filipina) Stephany Uy-tan, Walikota Sebrang Perai Dato' Maimunah dan para aktivis pro-lingkungan di wilayah Asia Pasifik. (Ado)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya