Liputan6.com, Jakarta: Pemimpin pasar perangkat lunak (software) desain 2D dan 3D, Autodesk, Inc., menjalin kerja sama dengan penyedia teknologi untuk pembangunan kota-kota yang berkesinambungan, Clinton Climate Initiative (CCI), dalam mengembangkan teknologi visualisasi berupa aplikasi berbasis Internet. Teknologi ini memungkinkan kota-kota untuk mengukur, membandingkan, dan mengurangi efek rumah kaca di tingkat lokal.
Wakil pimpinan AEC Solutions, Autodesk, Jay Bhatt di Jakarta, Selasa (19/5), mengatakan, pihaknya berupaya untuk membantu para pelanggan untuk lebih mengerti tentang dampak lingkungan agar pelanggan mereka dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dan berkesinambungan dalam kaitannya untuk mengurangi emisi karbon.
Autodesk akan menyediakan teknologi berbasis Autodesk MapGuide Enterprise, yang akan menjadi basis model visualisasi lingkungan untuk dilihat, dievaluasi, dan dibandingkan dengan hasil analisis dan pemantauan di kota lain anggota C40 (sekelompok kota-kota terbesar di dunia yang berkomitmen untuk mengatasi masalah perubahan iklim dunia.)
Software Autodesk MapGuide Enterprise adalah solusi pemetaan bertenaga yang dapat memberikan informasi melalui web yang dinilai lebih cepat, mudah, dan hemat biaya. Perusahaan itu juga membuat alat bantu analisa kinerja untuk membantu kota-kota tersebut mengambil tindakan nyata dalam melakukan pembatasan yang memiliki dampak perubahan cuaca lokal ataupun regional, dan dapat menghemat biaya, hemat energi dan mengamati perkembangan yang nyata.(ANTARA)
Advertisement