Daley Blind Tegaskan Cukup Pintar Menjadi 'Tembok' Tengah MU

Mampukah Daley Blind menghapus keraguan bisa bermain efektif menempati posisi bek tengah

oleh Rejdo PrahanandaDiterbitkan 11 Agustus 2015, 04:26 WIB
Daley Blind menyelamatkan MU dari kekalahan berkat golnya di menit akhir (AFP)

Liputan6.com, Manchester - Pemain Belanda, Daley Blind coba menepis keraguan tidak bisa tampil efektif di barisan belakang Manchester United (MU). Pelatih MU, Louis Van Gaal melakukan eksperimen menempatkan Blind bermain lebih ke dalam sebagai bek tengah. Dia digeser dari posisi aslinya, gelandang bertahan.

Bukan tanpa sebab, Van Gaal menempatkan Blind di posisi itu mengingat stok pemain belakang MU menipis setelah Phil Jones masih didera cedera. Sedangkan bek muda MU lainnya, masih minim pengalaman.

Blind mencoba posisi baru ketika menghadapi Tottenham Hotspur di pekan perdana Premier League musim 2015-16. Mantan pemain Ajax Amsterdam itu diduetkan dengan Chris Smalling. Setelah laga usai banyak komentar miring yang dialamatkan untuk Blind. Justru, pemain anyar, Matteo Darmian yang banjir pujian.

Matteo Darmian ketika menghadapi Tottenham Hotspur

Pemain yang pernah membela Groningen ini disebut-sebut tidak cocok menempati posisi 'keramat' itu lantaran postur tubuh dan power untuk beroperasi di posisi itu. Tapi sekali lagi, dia menekankan mampu menjalankan peran baik sebagai bek tengah.

"Tentu saja, orang-orang selalu mengatakan saya tidak memiliki tinggi ideal (untuk ukuran bek tengah) dan power. Tapi saya kira, saya cukup cerdas berada di posisi ini," ucap Blind, pria berpostur 180 cm itu.

Melihat skuat Louis Van Gaal, persaingan di bek tengah cukup ramai. Bila ingin tetap dimainkan Van Gaal sebagai bek tengah, Blind harus berebut tempat dengan Phil Jones dan Jonathan Evans plus Smalling. Termasuk dengan dua pemain muda, Tyler Blackett dan Paddy McNair.

"Bila mencermati barisan belakang, Anda bakal melihat rivalitas begitu ketat. Jadi semua pemain harus berjuang demi tim inti," jelasnya.

Rio Ferdinand mantan bek Manchester United

Wajar kalau Blind cenderung dipandang tidak bisa tampil prima sebagai centre-back ditinjau dari segi tinggi badan. Pandangan ini mungkin timbul pada sejarah bek tengah MU yang berukuran 'raksasa'. Seperti dua bek legenda MU, Rio Ferdinand memiliki postur yang menjulang hingga 189 cm dan Nemanja Vidic 190 cm.

Bahkan, generasi MU tahun 1990-an, terdapat nama pagar beton asal Belanda, Jaap Stam dengan tinggi 191 cm.

Berladaskan opini, bek MU mesti orang-orang dengan tinggi di atas rata-rata tidak heran jika Blind dipandang sebelah mata. Tapi, pemain 25 tahun itu coba meyakinkan, kemampuan dan naluri bertahannya tidak kalah kelas dari para pendahulunya.

"Saya pikir kami melakukannya dengan baik di belakang, bersama dengan Chris (Smalling), Lukas (Shaw) dan Matteo (Darmian) kami melakukan clean-sheet," dia menegaskan.

Sang mentor, Van Gaal sendiri sebelumnya telah mengumumkan bakal menempatkan Blind sebagai bek tengah. Dia melihat potensi itu ketika MU menjalani tur pramusim 2015-16 di Amerika Serikat. "Saya kira dia bisa mengembangkan permainan lebih baik di posisi itu karena dia mampu bertahan dengan baik," ucap Van Gaal seraya menambahkan, tidak menutup kemungkinan bakal merotasi Blind sebagai bek sayap kiri maupun kanan. (Rjp/Ary)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya