Liputan6.com, Jakarta Aksi Shinichi Kudo alias Conan Edogawa telah kembali di layar lebar melalui film yang ke-19, Detective Conan: Sunflowers of Inferno. Di sini, kita bisa melihat detektif remaja yang menjelma menjadi anak SD itu berhadapan kembali dengan rival tetapnya, Kaito Kid (Kid Si Pencuri).
Lukisan Bunga Matahari karya Van Gogh yang sempat dinyatakan hilang selama Perang Dunia II, menjadi tema utama cerita film ini. Di awal film, kita akan melihat kejanggalan Kid yang tampaknya memilih untuk melakukan pencurian terhadap lukisan Bunga Matahari.
Advertisement
Padahal, Conan selama ini menyadari bahwa Kid hanya tertarik dengan permata, seperti yang dijelaskan melalui cerita-cerita sebelumnya. Misteri keterlibatan Kid dalam pencurian lukisan pun menjadi andalan film ini sejak awal hingga akhir.
Konflik di dalamnya bermula ketika Jirokichi Suzuki, paman dari Sonoko Suzuki memenangkan lelang lukisan Bunga Matahari di New York, AS. Ia pun mengaku telah melengkapi koleksi lukisan yang selama ini dikumpulkannya dengan susah payah.
Kemunculan Kid di malam lelang itu, menimbulkan kecurigaan yang mendalam terhadap perubahan motif Kid yang tak biasanya tertarik dengan hal-hal di luar permata. Akhirnya, Jirokichi pun meminta tim Tujuh Samurai pilihannya, termasuk Kogoro Mori yang tak datang, untuk mengamankan lukisan yang dibelinya.
Selama perjalanan kembali ke Jepang, Kid muncul lagi dengan sebuah insiden di pesawat yang mengancam nyawa enam anggota Tujuh samurai beserta Jirokichi dan Sonoko. Akhirnya, diketahuilah bahwa lukisan tersebut akan dipamerkan di galeri Lake Rock milik Jirokichi.