5 Rivalitas Sengit Antarpelatih Top Eropa

Bukan hanya antarklub, pelatih-pelatih juga sering terlibat persaingan panas.

oleh Antonius HermantoDiterbitkan 04 Agustus 2015, 19:00 WIB
Pertandingan antara Chelsea vs Arsenal berlangsung panas, Stadion Stamford Bridge, London, Minggu (5/10/2014) (Dailymail.co.uk)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sebuah kompetisi sepak bola, rivalitas antar klub memang kerap terjadi. Bahkan meski klub-klub itu tidak menjadi juara, pertandingan antar keduanya masih nikmat disaksikan.

Namun ternyata, rivalitas itu tidak hanya terjadi pada klub-klub, tapi juga antar pelatih. Ketatnya pertandingan dan seringnya kedua pelatih bertemu membuat mereka tentu memiliki ambisi tidak ingin dikalahkan satu sama lain.

Baru-baru ini di sepak bola Inggris permusuhan antara manajer Arsenal, Arsene Wenger, dan manajer Chelsea, Jose Mourinho, semakin meruncing. Mourinho dan Wenger tidak berjabat tangan usai pertandingan Community Shield, Minggu (2/8/2015) di Wembley.

Rivalitas keduanya memang sudah terlihat sejak 2005 lalu. Perang komentar hingga adu argumen kerap terjadi, puncaknya pada gelaran Liga Premier 2014/2015, keduanya nyaris baku hantam di pinggir lapangan.

Akan tetapi ternyata banyak rivalitas antar pelatih yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Siapa saja mereka?

Berikut 5 rivalitas pelatih top Eropa:


Wenger vs Ferguson

Manajer MU, Sir Alex Ferguson (kanan) berjabat tangan dengan bos Arsenal, Arsene Wenger, setelah pertandingan Liga Premier di Old Trafford, Manchester, pada 13 April 2008. United won the game 2-1. AFP PHOTO/PAUL ELLIS

1. Arsene Wenger vs Sir Alex Ferguson

Manchester United dan Arsenal adalah dua klub yang sering bersaing berebut trofi di era 90an. Sejak kedatangan Arsene Wenger ke Arsenal pada 1996, Ferguson sudah menyambutnya dengan komentar pedas.

"Orang-orang mengatakan Wenger adalah orang yang pintar, dapat berbicara lima bahasa. Saya juga punya pemain berusia 15 tahun dari Pantai Gading yang dapat berbicara lima bahasa," kata Ferguson.

Wenger juga sempat mempersoalkan jadwal bertanding Manchester United yang menurutnya terlalu menguntungkan. Akibatnya, Wenger tidak pernah berjabat tangan dengan Sir Alex Ferguson dan baru pada tahun 2002 keduanya berjabat tangan.


Mourinho vs Guardiola

LEBIH HEBAT - Jose Mourinho dinilai lebih hebat dibandingkan Pep Guardiola. (Fox Sports)

2. Jose Mourinho vs Pep Guardiola

Jose Mourinho bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2010. Berbekal kesuksesannya meraih treble winners bersama Inter Milan, kedatangan Mourinho membuat pelatih Barcelona saat itu, Pep Guardiola, panik.

Guardiola yang saat itu banyak meraih trofi bersama Barcelona 'terpancing' emosinya oleh provokasi Mourinho. Akhirnya pada 2011, Guardiola terang-terangan mengakui enggan bersaing dengan pria asal Portugal itu.

"Di ruangan ini (media centre Real Madrid), Mourinho bosnya, orang yang brengsek. Saya di sini tidak bisa berkompetisi dengannya. Jika Barcelona ingin berkompetisi dengannya, mereka harus mencari pelatih baru," ungkap Guardiola.

Lanjut Baca:

Bersama Los Blancos, Mourinho sukses meraih gelar Liga Spanyol, Copa del Rey dan Piala Super Spanyol. Meski sedang meraih sukses, pada 2012, Guardiola meninggalkan Barcelona dan memilih untuk cuti sebagai pelatih. Pada 2013 ia akhirnya kembali melatih, namun bukan klub Spanyol melainkan Bayern Muenchen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya