Lagi, Inul Dicekal di Malaysia

INUL Daratista kembali dilarang menggelar konser di Kuala Lumpur setelah sebelumnya dicekal di Johor Bahru, Malaysia. Inul tampak terpukul dengan keputusan pemerintah Malaysia tersebut. Promotor mengatakan konser Inul tidak mendapat izin karena situasi politik di Malaysia memanas.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Juli 2008, 13:07 WIB
SETELAH konser di Johor Bahru, Malaysia, pekan silam gagal, pedangdut Inul Daratista kembali batal tampil di Kuala Lumpur. Sejatinya, konser tersebut berlangsung hari ini tepatnya di Stadium Nasional Bukit Jalil. Promotor musik yang mendatangkan Inul, Marshal mengungkapkan, konser dibatalkan karena hingga kemarin pihaknya belum mendapat izin dari pemerintah daerah setempat. "Untill the last minute kita nggak dapat (izin)," ujar Marshal.
Kenyataan ini sontak membuat Inul terpukul. Penyanyi dangdut yang terkenal dengan goyang ngebornya ini mengaku sudah mempersiapkan banyak hal untuk konser di negeri jiran itu. Inul juga menyesalkan panitia yang membatalkan sehari sebelum manggung. Terlebih, Inul juga sudah mengeluarkan Rp 40 juta untuk menerbangkan seluruh kru Malaysia. Awalnya, Inul juga keberatan konser diundur menjadi 27 Juli. Karena sehari sebelumnya, Inul sudah dijadwalkan manggung di Surabaya.
Inul mengaku tak mengerti alasan pemerintah daerah Malaysia menolak dirinya tampil. Sebelumnya, Inul beberapa kali tampil di Malaysia sejak tiga tahun silam. Karena itu, menurut istri dari Adam Suseno itu, bila pembatalan karena goyangannya terlalu vulgar, seharusnya Inul dicekal sejak dulu. Dan kalau memang keberatan soal penampilan, Inul bersedia kompromi. "Saya siap mengikuti aturan di Malaysia," ujar Inul.
Secara resmi panitia penyelenggara menampik Inul dicekal karena penampilan yang dianggap tak pantas. Pemerintah setempat enggan memberi izin berhubungan dengan keamanan negara. Seperti diketahui, sistuasi politik di Malaysia memanas belakangan ini. Hal inilah yang dikhawatirkan. Konser Inul yang dipastikan menyedot massa bisa dimanfaatkan kepentingan politik pihak tertentu.(Zq)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya