Saham Teknologi Dorong Indeks Nasdaq Turun

Indeks Nasdaq turun 0,7 persen ke level 171,77. Indeks Standard & Poor 500 melemah 0,2 persen menjadi 2.114,15.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Juli 2015, 04:30 WIB
(Foto: Chinadaily)

Liputan6.com, New York - Indeks Nasdaq turun ke level paling rendah dalam dua pekan terakhir. Penurunan salah satu indeks patokan di bursa Amerika Serikat (AS) tersebut karena penurunan saham-saham teknologi seperti Apple Inc, Microsoft Corp dan juga Yahoo! Inc.

Mengutip Bloomberg, Kamis (23/7/2015), indeks Nasdaq turun 0,7 persen ke level 171,77 pada pukul 4 sore waktu New York, AS. Indeks Standard & Poor 500 melemah 0,2 persen menjadi 2.114,15. Penurunan Indeks ini tertahan karena adanya kenaikan dari saham-saham perbankan. Sedangkan Indeks Dow Jones Merosot 68,25 poin atau 0,4 persen ke level 17.851,04.

Saham Apple terjatuh 4,2 persen setelah penjualan iPhone dan perkiraan pendapatan dari perusahaan tersebut meleset dari perkiraan para analis. Saham Microsoft juga turun 3,7 persen setelah membukukan kerugian kuartalan terbesar dalam sejarah. Sedangkan saham Yahoo tertekan karena perusahaan tersebut memberikan estimasi penjualan di bawah proyeksi dari para analis.

"Investor berhati-hati dalam bertransaksi karena beberapa nama besar membukukan kinerja di bawah harapab," jelas Kepala Analis Boston Private Wealth, Robert Pavlik.

Pavlik melanjutkan, jika dilihat secara menyeluruh, sebenarnya kinerja emiten yang ada tidak terlalu buruk. Terdapat beberapa emiten khususnya emiten industri keuangan yang membukukan kinerja yang cukup bagus.

"Namun ada beberapa emiten, khususnya emiten di sektor teknologi, yang membukukan kinerja di luar perkiraan sehingga membuat pelemahan di bursa saham," tambahnya.

Harapan pelaku pasar terhadap saham-saham di sektor teknologi terlalu tinggi. Harapan tersebut muncul setelah Google Inc pada 17 Juli lalu mengumumkan kinerja yang cukup bagus sehingga mendorong Indeks Nasdaq bertengger di level tertinggi dalam sejarah.

Saham Apple tertekan setelah mengeluarkan kinerja pada Selasa, 21 Juli 2015 kemarin. Dengan hasil kinerja tersebut membuat para analis berpikir apakah permintaan dari perangkat elektronik tersebut telah mencapai puncaknya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya