Presiden Nikaragua, Daniel Ortega bersama istrinya menyapa pendukungnya saat perayaan ke-36 Revolusi Sandinista di Managua, Nikaragua, Minggu, (19/7/2015). Daniel Ortega merupakan bagian revolusi Sandinista pada 1979 lalu. (REUTERS/Oswaldo Rivas)
Pendukung Presiden Nikaragua Daniel Ortega merayakan Revolusi Sandinista ke-36 di Managua, Minggu, (19/7/2015). Sandinista atau Frente Sandinista de Liberación Nacional yang disingkat FSLN merupakan suatu partai politik. (REUTERS/Oswaldo Rivas)
Pendukung Presiden Nikaragua Daniel Ortega merayakan Revolusi Sandinista ke-36 di Managua, Minggu, (19/7/2015). Sandinista merupakan Front Pembebasan Nasional Nikaragua yang didirikan atas prinsip-prinsip sosialisme pada 1961 lalu. (REUTERS/Oswaldo Rivas)
Presiden Nikaragua, Daniel Ortega bersama istrinya menyapa pendukungnya saat perayaan ke-36 Revolusi Sandinista di Managua, Nikaragua, Minggu, (19/7/2015). Daniel Ortega merupakan bagian revolusi Sandinista pada 1979 lalu. (REUTERS/Oswaldo Rivas)
Pendukung Presiden Nikaragua Daniel Ortega merayakan Revolusi Sandinista ke-36 di Managua, Minggu, (19/7/2015). Sandinista atau Frente Sandinista de Liberación Nacional yang disingkat FSLN merupakan suatu partai politik. (REUTERS/Oswaldo Rivas)