REVIEW Ant-Man, Dunia Superhero Mikoroskopik nan Asyik

Lewat Ant-Man, Marvel Studio kembali berhasil mengangkat kisah superhero yang kurang dikenal jadi favorit publik.

oleh Ade IrwansyahDiterbitkan 19 Juli 2015, 13:00 WIB
Adegan film Ant Man. (dok. Disney)

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan pertama yang patut diajukan setelah menonton Ant-Man adalah, apa Anda kenal dengan superhero yang ini sebelum menontonnya di bioskop? 

Lalu, pertanyaan berikutnya adalah, kenapa—meskipun tak familiar dengan sang pahlawan super berjuluk Ant-Man ini—Anda tetap merasa terhibur menontonnya, seolah sudah lama kenal dengan sosoknya?

Well, di situlah hebatnya Marvel Studio, pengusung film ini ke hadapan kita, khalayak umum.

Mari bicara sebentar tentang Marvel Studio sebelum mengulas Ant-Man. Saat studio film ini memutuskan membuat sendiri film superhero dari karakter-karakter yang mereka miliki, Marvel Studio tak punya hak memfilmkan deretan superhero mereka yang paling terkenal, yakni Spider-Man, X-Men serta Fantastic Four.

Hak memfilmkan Spider-Man dipegang Sony Pictures; X-Men dan Fantastic Four dipegang 20th Century Fox. Dua studio itu untung besar dengan film-film superhero mereka yang aslinya berasal dari komik milik Marvel.

Spider-Man yang sudah diserahkan oleh Sony Pictures, disebut bakal disebut pertama kali dalam film Ant-Man.

Marvel Studio merilis Iron Man tahun 2008 sebagai awal kelahiran studio ini membuat film sendiri. Kemudian lahir pula film solo Hulk, Captain America, dan Thor. Empat superhero utama milik Marvel Studio ini lalu juga dikumpulkan di dua film Avengers.

Studio yang sejak 2009 dimiliki Disney itu sadar, tak bisa mengandalkan terus pada Iron Man, Hulk, Thor, dan Captain America maupun film Avengers. Ada begitu banyak superhero di jagat Marvel. (Bloomberg Businessweek mencatat saat ini Marvel memiliki 8 ribu karakter.)

Baca juga: REVIEW Avengers: Age of Ultron

Masalahnya, kebanyakan superhero itu tak dikenal masyarakat awam. Kebanyakan orang hanya mengenal superhero macam Batman, Superman, Wonder Woman (ketiganya milik DC Comics, saingan Marvel) atau Spider-Man, Hulk, Thor, dan Captain America. Kecuali penggemar komik sejati, susah mencari orang yang tahu hikayat Ant-Man.

Lanjut Baca:

Baca Juga: [4 Film Nasional vs Hollywood Pengisi Libur Lebaran](2272018 "") Maka sejatinya, mengangkat kisah solo Ant-Man adalah sebuah langkah penuh risiko. Namun,kenapa toh Marvel Studio berani mengambil langkah tersebut? Dan, yang lebih penting lagi, kenapa mereka berhasil membuat kita terhibur dengan superhero kurang dikenal ini? Ant-Man bukan yang pertama dari golongan superhero kurang dikenal yang dibuatkan film solonya oleh Marvel Studio. Tahun lalu kita disuguhkan Guardians of the Galaxy. Seperti Ant-Man, Guardians of the Galaxy semula juga hanya dikenal pecinta berat komik. Sampai Marvel Studio mengangkatnya ke layar lebar, seri ini tak familiar di telinga orang awam. Namun toh filmnya sukses besar. Menjadi terlaris ketiga di Amerika tahun kemarin dan totalnya mengumpulkan USD 774,1 juta dari seluruh dunia. Baca juga: [REVIEW Guardians of the Galaxy](2094284 "") Menonton Guardians of the Galaxy dan kemudian Ant-Man, bisa kelihatan kenapa Marvel Studio berhasil mengenalkan superhero kurang dikenal jadi tokoh favorit baru khalayak awam.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya