Ujung Cerita Cinta Ferry-Nuri

MANUSIA berencana, tapi Tuhan jualah yang menentukan. Setelah empat bulan lebih menjalin hubungan cinta, aktor sinetron Ferry Ardiansyah akhirnya putus dengan Nuri Maulida. Entah apa penyebab utama keretakan hubungan mereka, yang pasti keduanya kini mengambil jalan masing-masing. "Gue sama Nuri...

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Maret 2008, 18:02 WIB
MANUSIA berencana, tapi Tuhan jualah yang menentukan. Setelah empat bulan lebih menjalin hubungan cinta, aktor sinetron Ferry Ardiansyah akhirnya putus dengan Nuri Maulida. Entah apa penyebab utama keretakan hubungan mereka, yang pasti keduanya kini mengambil jalan masing-masing. "Gue sama Nuri secara komitmen udah nggak sama-sama lagi," kata Ferry. Apakah ada campur tangan orang ketiga? Mengenai hal ini, Ferry dengan tegas menampik. Bintang film Cinta 24 Karat ini menjelaskan dengan nada serius, hubungannya kandas karena salah satu di antara mereka tidak sanggup menjalani komitmen awal. "Kita pisah bukan karena ada orang ketiga," tegas Ferry. Ferry dan Nuri terpaut umur tujuh tahun. Pada awalnya, perbedaan umur yang cukup jauh ini tidak dianggap masalah. Namun, kini semuanya berubah. Meski bukan alasan utama berpisah, Ferry mengatakan ada banyak perbedaan pandangan karena kesenjangan usia. Senada dengan Ferry, Nuri juga mengakui perbedaan prinsip ini. "Beda orang, beda sikap. Beda orang, beda dalam menjalani sesuatu. Karena perbedaan itulah kita (putus) begini," ujar Nuri. Kabarnya, Nuri melepaskan masa indah bersama Ferry karena jarangnya frekuensi pertemuan. Dengan alasan padatnya kegiatan, Ferry mengakui belakangan memang semakin jarang bertatap muka dengan sang kekasih. "Kalau mau disalahkan, mungkin aku nggak punya cukup waktu buat dia," ucap Ferry. Bisa jadi banyak pihak yang kecewa dengan keputusan mereka berdua. Termasuk keluarga kedua belah pihak. Meski baru seumur jagung, hubungan keduanya diketahui dan diterima baik oleh keluarga masing-masing. Bahkan, ibunda Ferry, Elza Meylina beberapa bulan silam mengungkapkan harapannya kepada Ferry. "Usianya sudah cukup untuk berumah tangga," kata Elza. Harapan sang ibu pun tak pernah ditentang Ferry. Tapi sebagai manusia, Ferry hanya bisa berusaha dan kemudian berpasrah pada Yang Maha Kuasa. "Ya tadinya harapan gue (Nuri) bisa jadi pendamping. Tapi ya udah mau gimana lagi?" Fery menunduk. Ia mengaku merasa kehilangan. Meski demikian, Ferry tak mau terlarut dalam kesedihan. Sebaliknya, ia percaya dari setiap kejadian ada hikmahnya. "Alhamdulilah kehilangan ini menambah kedewasaan di diri. Gue lebih sabar, dan lebih memahami," ucap Ferry. Memutuskan untuk berpisah juga bukan perkara mudah bagi Nuri. Perempuan yang membintangi sinetron Cinderella Bukan Mimpi ini mengaku terlanjur akrab dengan keluarga Ferry. Tapi, untuk terus bersama, Nuri mengaku sudah tak bisa lagi. "Kita berdua susah untuk satu kali ya," kata bintang film Me vs High Heel ini. Kalau masing-masing enggan berpisah, lalu apa masalah paling pelik yang dihadapi mereka berdua hingga memutuskan menempuh jalan berbeda? Seolah paduan suara, keduanya sama-sama bungkam. "Cukup kita berdua aja yang tahu," jawab Nuri singkat.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya