Polisi Usut Pelaku Teror Bom Palsu di Merak

Kapolda Banten, Brigjen Polisi Boy Rafli, menilai perbuatan pelaku mengarah kepada aksi teror karena sengaja membuat rakitan menyerupai bom.

oleh Audrey Santoso diperbarui 15 Jul 2015, 11:18 WIB
Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Serang - Polda Banten akan mengusut pelaku teror bom palsu yang meresahkan pemudik di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (15/7/2015) dini hari. Walaupun pada akhirnya, kardus kecil yang diamankan dari toilet wanita itu dinyatakan tidak berbahaya, perbuatan tersebut termasuk teror.

Kapolda Banten, Brigjen Polisi Boy Rafli, menilai perbuatan pelaku mengarah kepada aksi teror karena sengaja membuat rakitan menyerupai bom. "Kasus ini dalam pengusutan karena diduga kuat sengaja melakukan teror," ujar Boy di Dermaga I, Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (15/7/2015).

Menurut dia, dengan adanya teror ini, kepolisian akan meningkatkan pengawasan di area pelabuhan dengan mengintensifkan patroli.

"Pengamanan akan terus kita tingkatkan. Sebenarnya anggota kita sudah juga sudah siaga sebelum adanya hal ini. Makanya kemarin ditemukan benda mencurigakan di lokasi tempat parkir oleh tim patroli," jelas Boy.

3 benda yang diduga bom menggegerkan pemudik dan petugas kepolisian yang berjaga di Pelabuhan Merak, Banten, dini hari tadi. Polisi segera memeriksa kedua benda tersebut yakni kardus kecil yang diamankan dari toilet dan kardus serta tas di area parkir. Ternyata, keduanya tidak berisi bahan peledak.

"Setelah anggota melakukan pemeriksaan tas yang di toilet ternyata hanya dibuat seolah-olah mirip bom. Jadi bubuk yang di dalamnya bukan bahan peledak, melainkan semen. Kabel-kabelnya juga hanya ditempel asal-asalan," terang Boy.

Sementara itu, kardus dan tas yang diduga bom di lahan parkir juga telah dibongkar dan diketahui berisi roti serta kue-kue kering. Dia mengatakan kemungkinan kardus itu milik pemudik yang tertinggal.

"Ada pun juga kardus yang diamankan anggota, isinya roti-roti dan kue. Sepertinya milik pemudik dan ketinggalan saat naik kapal," pungkas Boy.

Anggota Gegana dari Brimob Banten berpakaian antiledak mengevakuasi 2 benda mencurigakan tersebut ke tempat yang aman. Benda itu dibawa ke Mako Brimob Polda Banten di Kota Serang. (Bob/Yus)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya