3 Langkah Panglima Gatot Majukan TNI

Langkah itu merupakan penerjemahan Nawacita, 9 program unggulan Presiden Joko Widodo.

oleh FX. Richo PramonoDiterbitkan 14 Juli 2015, 18:27 WIB
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo(kiri) bersalam komando dengan Jenderal TNI Moeldoko usai Serah Terima Jabatan Panglima TNI di Mabes TNI Jakarta, (14/7/2015). Gatot resmi dilantik sebagai Panglima TNI pada 8 Juni lalu. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI yang baru, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berjanji akan membawa tentara Indonesia menjadi lebih andal dari setiap sisi. Ini juga akan diikuti dengan kapasitas dan kesejahteraan bagi para prajurit. Gatot pun berkomitmen untuk memodernisasi TNI.

Saat upacara serah terima jabatan di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Gatot memaparkan langkah-langkah strategis dan sistematis untuk memajukan TNI. Ada 3 langkah yang akan dia programkan.

"Pertama, peningkatan kemampuan operasional satuan-satuan di jajaran TNI secara terpadu. Melalui optimalisasi interoperability kekuatan TNI matra darat, laut, dan udara, dalam rangka menghadapi segala bentuk ancaman, melaksanakan kebijakan poros maritim, menjaga sumber daya alam nasional, agar keanekaragaman sumber daya dapat sepenuhnya bagi kepentingan ekonomi‎," tegas Gatot, Selasa (14/7/2015).

Menurut dia, peningkatan kemampuan operasional TNI diarahkan guna membangun keseimbangan dan membangun kerja sama latihan dengan negara-negara sahabat. Ini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan kawasan.

"Kedua, akan meningkatkan profesionalisme dan disiplin prajurit, melalui optimalisasi pendidikan TNI, peningkatan kesejahteraan prajurit, serta pengembangan mental kejuangan keprajuritan yang diselaraskan dengan norma-norma kehidupan demokrasi yang berkembang," lanjut Gatot.

Gatot juga menambahkan, tantangan tugas TNI semakin berat. Untuk itu Gatot menjadikan sinergitas ‎kelembagaan sebagai kunci keberhasilan TNI dalam menjalankan tugasnya, terutama dengan Polri.

"Ketiga, membangun hubungan kelembagaan dan sinergitas antara TNI dengan Polri, serta TNI dengan lembaga kementerian dan nonkementerian baik dalam konteks tugas-tugas OMSP (operasi militer selain perang) maupun dalam kaitan peran TNI sebagai komponen bangsa, dalam membantu percepatan pembangunan nasional di daerah," tutur Gatot.

Dia mengatakan langkah itu merupakan penerjemahan Nawacita, 9 program unggulan Presiden Joko Widodo. Langkah yang dipaparkannya tersebut juga pengembangan program Saptacita Jenderal TNI Moeldoko sebagai panglima pendahulu. (Bob/Sss)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya