Perlu Hati-Hati Menggunakan Obat Antikanker

Obat antikanker bisa membahayakan organ tubuh orang sehat di sekeliling pasien. Penderita juga diminta berhati-hati mengkonsumsi obat alternatif.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Oktober 2001, 22:08 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Mengkonsumsi obat antikanker tak sesuai dengan aturan main bisa membahayakan orang sehat di sekitar penderita. Karena itu, para penderita kanker diminta memperhatikan keamanan pemakaian obat-obatan tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dharmais Masrial Mayudin, di Jakarta, baru-baru ini. Menurut Masrial, terapi obat yang diterima penderita kanker terdiri dari dua jenis, yakni obat antikanker dan obat antibiotik.

Dijelaskan, obat antikanker adalah obat pembunuh sel-sel kanker. Biasanya dokter memberikan obat itu melalui infus (kemoterapi) karena berupa campuran zat-zat kimia. Penderita akan merasa pusing dan mual sehabis mengkonsumsi obat itu. Kerontokan rambut, nafsu makan berkurang, hingga kesadaran menurun adalah ciri khas penderita kanker yang sudah dikemoterapi.

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa obat antikanker bisa membahayakan organ tubuh orang sehat di sekeliling pasien. Karena itu, para perawat di RS Dharmais wajib mengenakan pakaian khusus ketika mencampur atau mengoplos obat di ruang steril. Demikian pula dengan petugas yang harus memberikan infus kepada pasien. Sedangkan untuk obat antibiotik, pasien disarankan jeli sebelum membeli obat tersebut. Soalnya, jika penderita kanker mengabaikan peraturan dalam mengkonsumsi obat akan membahayakan jiwanya.

Sejauh ini, obat antikanker belum sepenuhunya menjanjikan keberhasilan sembuh bagi pasien. Untuk sekadar mengurangi rasa sakit, tak sedikit penderita mencari alternatif penyembuhan. Misalnya, dengan memakan obat-obatan terbuat dari jamu atau terapi penyelerasan energi. Kendati demikian, sebelum memakan obat alternatif, pasien mesti memperhatikan kadar dan efek sampingnya. Sedangkan guna meningkatkan daya tahan organ yang sehat, penderita mesti mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin.(KEN/Mira Permatasari dan Agung Nugroho)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya