Liputan6.com, Jakarta - Masjid merupakan tempat ibadah bagi Umat Muslim. Tak hanya sebagai lokasi menjalankan ibadah, sejak zaman dahulu masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas Muslim. Mulai dari perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan tempat mempelajari Al Qur’an kerap dilakukan di masjid.
Selama ini, kita mengenal masjid terbuat dari berbagai bahan baku yang indah. Seperti marmer, keramik bahkan ada yang sampai berhiaskan emas.
Biasanya, proses pembangunan masjid tersebut juga mengacu pada perkembangan budaya, dan kebiasaan warga di mana masjid tersebut berada. Gaya arsitektur satu daerah atau wilayah, kadang dicerminkan pada masjid yang dibangun.
Liputan6.com, merangkum beberapa masjid yang terbilang unik. Karena masjid ini dibuat dari bahan yang tidak biasa, yakni lumpur.
Di mana sajakah lokasi masjid tersebut?. Berikut 4 masjid yang terbuat dari lumpur, seperti melansir berbagai sumber, Kamis (25/6/2015):
1. Bobo Dioulasso
Bobo Dioulasso merupakan salah satu masjid tertua di Afrika Barat. Lokasi tepatnya di Burkina Faso. Masjid ini mungkin contoh terbesar arsitektur Sudano-Sahel, yang dibangun pada 1880, bahkan ada yang menyebutnya pada 1893. Ini sebagai bagian dari kesepakatan politik antara raja Sya dan pemimpin agama Islam Almamy Sidiki Tosic.
Keunikan dari masjid ini adalah terbuat dari material lumpur, tanah liat dan kayu-kayuan. Bentuknya juga tak biasa dengan pola kerucut yang dipenuhi palangan kayu seperti membentuk duri-duri. Namun seiring perkembangan zaman, masjid ini direnovasi dengan memakai material seperti semen dan lainnya.
Advertisement
2. Djenne
Masjid Agung Djenné adalah bangunan yang dianggap banyak arsitek menjadi salah satu prestasi terbesar dari gaya arsitektur Sudano-Sahel. Masjid ini terletak di kota Djenné, Mali, di dataran banjir Sungai Bani. Masjid pertama di situs ini dibangun sekitar abad ke-13, tetapi tanggal struktur saat ini dari 1907.
Selain sebagai pusat komunitas Djenné, itu adalah salah satu landmark yang paling terkenal di Afrika. Bahkan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1988.
Dinding masjid ini terbuat dari lumpur yang dibakar atau disebut ferey, digabungkan dengan pasir dan dilapisi plester untuk menghaluskannya.
Selanjutnya
3. Siwa Oasis
Siwa Oasis terletak di jalur perdagangan kuno di sebelah barat gurun pasir Mesir. Tepatnya, berada di antara Qattara dan Laut Pasir Mesir di Gurun Libya, hampir 50 km (30 mil) timur dari perbatasan Libya, dan 560 km (348 mil) dari Kairo.
Di lokasi ini, terdapat Benteng kuno Siwa, dikenal sebagai Shali Ghadi di atas batu alami dan terbuat dari kershif (garam dan lumpur-bata) dan kayu sawit. Namun benteng ini kemudian rusak akibat banjir pada 1926.
Namun hanya satu bangunan di kompleks Shali telah diperbaiki dan digunakan, yakni masjid, yang kini dikenal Masjid Siwa Oasis.
4. Aït Benhaddou
Masjid Ait-Ben-Haddou, terletak di provinsi Ouarzazate. Bangunan masjid ini mencerminkan gaya arsitektur Maroko Selatan. Kini Aït Benhaddou merupakan salah satu tujuan wisata utama di Maroko.
Maklum, Ouarzazate merupakan sebuah tempat yang sangat indah, dengan kasbah yang terbuat dari tanah liat. Masjid sudah memiliki menara yang menjadi lambang satu masjid. Namun tetap masih seperti bentuk benteng. Seperti yang lain, bahan bangunan dari masjid ini masih memakai lumpur.(Nrm/Igw)