Liputan6.com, Jakarta - Menjalankan ibadah puasa bukanlah menjadi halangan untuk seseorang untuk beraktivitas. Terlebih, dengan mobilitas yang tinggi, seseorang dituntut harus sering berkendara di siang hari.
Tantangan terbesar saat berkendara di bulan puasa adalah rasa lelah dan pegal yang muncul dalam perjalanan akibat stamina yang menurun. Kedua hal tersebut berefek timbulnya kantuk dan menggoda pengendara untuk terlelap atau mampir ke tukang es kelapa terdekat.
Untuk itu, baik pemotor atau pengendara mobil harus atur strategi selama bulan Ramadhan agar stamina tetap oke. Utamanya, menjaga stamina dapat dimulai dari pola makan saat sahur.
"Agar stamina terjaga, sahurnya juga harus bagus. Banyak minum saat sahur dan makan makanan yang bersifat lama kenyangnya," ujar Reza Fahlevi, salah seorang dokter yang berdinas di RS Cipto Mangunkusumo saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis (18/6/2015).
Lebih lanjut, dokter muda ini mencontohkan jika makanan yang lama kenyangnya itu seperti roti gandum. Hal ini bertujuan agar tidak cepat lapar ketika sedang berkendara.
Ia pun juga memperbolehkan jika saat sahur minum minuman manis seperti teh hangat. Kandungan manis akan menambah energi yang pastinya dibutuhkan saat berkendara di siang hari.
"Teh manis bagus juga, itu bisa menambah tenaga," tandasnya.
(ysp/ian/sts)
Advertisement