TIGA kali penampilan di Jawa Timur, konser grup band Ungu kerap diwarnai kericuhan. Tiga tempat itu antara lain di Pekalongan, Probolinggo, dan Jember. Insiden terparah terjadi di Pekalongan yang memakan sepuluh korban tewas. Adapun di Probolinggo, sepuluh penggemarnya cedera, termasuk aparat keamanan.
Konon, kejadian itu terkait logo Ungu berupa sepasang tanduk dan ekor pada huruf G yang memiliki daya magis yang mendatangkan petaka. Hal itu diakui Eri, fans Ungu. Wanita berambut panjang ini mengaku bermimpi bertemu sosok misterius yang meminta agar logo tersebut diganti. "Efek dan dampaknya seperti itu kalau memang mau berkelanjutan untuk maju dan lebih tenar lagi," kata dia.
Pernyataan Eri dibantah konsultan spiritual Ki Narto. Gambar yang dikatakan tanduk dianggap pria berkaca mata itu sebagai antena yang bisa mengakses berbagai informasi. "Sehingga lirik-lirik Ungu kayak apa, begitu bagusnya," ujar Ki Narto.
Senada dengan Ki Narto, Makki sebagai pembetot Bas Ungu, menepis adanya nuansa magis. "Kita tidak melihat korelasi itu dengan kejadian belakangan ini," tutur dia.
Logo Ungu Mengandung Unsur Magis
TIGA kali penampilan di Jawa Timur, konser grup band Ungu kerap diwarnai kericuhan. Tiga tempat itu antara lain di Pekalongan, Probolinggo, dan Jember. Insiden terparah terjadi di Pekalongan yang memakan sepuluh korban tewas. Adapun di Probolinggo, sepuluh penggemarnya cedera, termasuk aparat keaman...
Diterbitkan 18 Februari 2007, 13:41 WIBPOPULER
1 2 3 4 5
Berita Terbaru
Seskab Teddy Beberkan Progres Pembangunan 2.500 Jembatan
- 1 jam yang lalu
1.000 Taruna Akmil akan Latih Siswa Sekolah Rakyat
- 2 jam yang lalu
25 Juni Hari Apa? Ini Momen yang Diperingati di Dunia
- 2 jam yang lalu
Ganjil Genap Jakarta Berlaku, Kendaraan Wajib Sesuaikan Pelat Nomor
- 2 jam yang lalu
Sofi dan Harapan yang Tumbuh di Sekolah Rakyat