Jelang Ramadan, Disperindag Cirebon Sidak Kolang-kaling Berbahaya

Buah kolang kaling yang salah satu favorit pembuka hidangan puasa diduga mengandung bahan berbahaya.

oleh Liputan6 diperbarui 16 Jun 2015, 20:03 WIB
Di bulan Ramadan ini membawa berkah untuk para pedagang kolang-kaling. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Cirebon - Sejumlah petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan pemeriksaan di sejumlah kios di Pasar Pasalaran, Kecamatan Weru, Cirebon, Jawa Barat. Tak hanya memeriksa secara fisik barang-barang dagangan, mereka juga mempertanyakan asal usul barang dagangannya.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Selasa (16/6/2015), di sejumlah kios, petugas mengambil sampel sejumlah bahan makanan, maupun makanan siap saji yang ditengarai mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.

Termasuk buah kolang-kaling yang salah satu favorit pembuka hidangan puasa. Hasil uji laboratorium seluruh sampel makanan sudah dapat diduga.

"Hasilnya alhamdulillah dari sekian sampel kita temukan 2 pasar, yaitu di Pasar Sumber dan Pasar Pasalaran mengenai masalah kolang-kaling yang mengandung zat pewarna yang dipakai untuk tekstil," jelas Riyanto, Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag.

Lebih dari 10 kilogram merica barang bukti yang dilaporkan warga atas dugaan penjualan merica palsu. Korban seorang pedagang di pasar mengaku membeli merica tersbeut karena harganya jauh lebih murah dari biasanya, yaitu Rp 40 ribu. Padahal harga normal mencapai Rp 200 ribu - Rp 250 ribu perkilogramnya.

"Setelah dibuka kok isinya tepung. Kemudian dengan warga di pasar mengecek di dalam mobil sudah ada beberapa plastik, ini sudah kita amankan di sini. Kita masih melihat sejauh mana palsunya. Sehingga saya belum katakan ini palsu, masih dugaan," kata Kapolres Sleman, AKBP Farid Zulkarnaen.

Polisi telah memeriksa 3 orang pemasok merica itu. Dari tangan mereka polisi juga menyita sekitar 10,5 kilogram merica yang diduga palsu sebagai barang bukti. (Dan/Yus)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya