Facebook Bangun Data Center Senilai Rp 3 Triliun

Facebook berencana membangun sebuah data center baru senilai €200 juta atau sekitar Rp 3 triliun di Irlandia.

oleh Jeko I. R.Diterbitkan 16 Juni 2015, 11:49 WIB
Facebook telah membangun data center terbaru senilai Rp 3 Triliun di Irlandia

Liputan6.com, Dublin - Facebook berencana membangun sebuah data center baru senilai €200 juta atau sekitar Rp 3 triliun di Irlandia. Data center tersebut nantinya akan diperkuat sumber daya yang baru.

Data center seluas 50 ribu meter persegi tersebut berlokasi di County Meath, sekitar 14 kilometer dari barat Dublin, dan akan menjadi jaringan pusat data kedua di wilayah Eropa.

Berdasarkan informasi yang dilansir TheJournal.ie, Selasa (16/6/2015), kehadiran data center ini akan menambah jumlah karyawan Facebook hingga lebih dari seribu orang.

Facebook memiliki kantor cabang internasional di Dublin, Irlandia sejak 2008. Facebook menyatakan bahwa pembangunan data center itu menunjukkan komitmen perusahaan agar dapat berinvestasi di Irlandia.

Proyek baru ini juga didukung pemerintah Irlandia melalui badan investasi langsung asing. Sampai saat ini, perusahaan yang juga menggandeng Oculus tersebut memiliki empat data center di seluruh dunia, salah satunya di Swedia.

Keputusan Facebook mengajukan permohonan ke pemerintah Irlandia untuk membangun sebuah data center baru bertepatan dengan perubahan yang diharapkan terhadap hukum perlindungan data Uni Eropa, yang akan mempengaruhi perusahaan-perusahaan teknologi yang beroperasi di Eropa.

Menteri kehakiman dari negara-negara Uni Eropa, yang bertemu di Luksemburg hari ini berencana akan menandatangani kesepakatan tentang tata cara bernegosiasi dengan parlemen Eropa terkait dengan reformasi perlindungan data.

Sebuah kesepakatan akhir bisa terjadi antara parlemen dan pemerintah negara-negara anggota pada akhir tahun ini, menurut The Wall Street Journal.

Pada Februari lalu, Apple juga mengumumkan investasi senilai €1,7 juta atau sekitar Rp 25,5 miliar untuk data center di Irlandia dan Denmark yang akan berjalan sepenuhnya dengan sumber daya terbaru.

(jek/dew)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya