Kolaborasi Mahasiswa dan Anak SD Bikin Sekolah Lebih Sehat

Selama satu setengah bulan lalu, lima belas tim mahasiswa ikut kompetisi untuk menjadi Health Agent Award.

oleh Fitri SyarifahDiterbitkan 05 Juni 2015, 07:00 WIB
Selama satu setengah bulan lalu, lima belas tim mahasiswa ikut kompetisi untuk menjadi Health Agent Award.

Liputan6.com, Jakarta Siapa bilang anak muda sekarang jauh dari kata sehat. Selama satu setengah bulan lalu, lima belas tim mahasiswa terpilih dari berbagai universitas dan jurusan, telah melaksanakan proyek inspiratifnya di 15 Sekolah Dasar (SD) rekomendasi dari Kelas Inspirasi, Indonesia Mengajar ikut kompetisi untuk menjadi Health Agent Award.

Public Relations Manager Nutrifood, Arninta Puspitasari mengatakan, Health Agent Award merupakan salah satu bentuk kontribusi sosial Nutrifood di bidang kesehatan yang telah dilaksanakan selama lima tahun berturut-turut. Progam ini sejalan untuk menginspirasi hidup sehat yang benutrisi, dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan dan target utama komunitas sekolah dasar.

"Tahun ini, ada yang berbeda dengan konsep pelaksanaan program sebelumnya. Ada proses penilaian yang menitikberatkan pada impact program secara menyeluruh, baik terhadap siswa, guru, orang tua dan pedagang kantin. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang memisahkan penilaian terhadap salah satu stakeholder di sekolah. Selain itu, kali ini kami juga menambah jumlah sekolah yang terlibat, dari 10 menjadi 15 sekolah. Siswa sekolah dasar yang berhasil kita sentuh juga mencapai lebih dari sekitar 3000 anak," kata Arninta dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Kamis (4/6/2015).

Dari kompetisi ini, akhirnya terpilih Tim Taruma Sakti yang terdiri dari mahasiswa Teknik Perminyakan dan Kedokteran Universitas Trisakti, serta mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanegara yang menjadi Pemenang Health Agent Award 2015 bersama dengan SDN Tanah Sareal 01 Pagi.

"Tim Taruma Sakti dengan programnya 3x3 = Sehat, mengkombinasikan tiga poin penting dalam membiasakan hidup sehat di komunitas sekolah,  meliputi peningkatan asupan nutrisi, aktivitas fisik, dan keamanan pangan. Mereka mampu mengajak partisipasi aktif pihak sekolah untuk melakukan berbagai kegiatan yang menarik dan inspiratif bagi anak-anak, seperti program katalog dan kartu sehat untuk memastikan asupan makan sehat pada siswa, mengenalkan anak-anak dengan permainan tradisional sebagai alternatif aktivitas fisik, bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk mengecek keamanan pangan di kantin sekolah, dan lain-lain. Dengan kemampuan public speaking yang mumpuni, Tim Taruma Sakti menunjukkan bahwa mereka layak menjadi agen kesehatan," ungkap Arninta.

Kepala Pusat Promosi Kesehatan Republik Indonesia, dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM yang turut hadir dalam acara ini mengungkapkan para agent kesehatan ini sangat membantu Pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan dalam kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah dasar. Selain itu pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan juga terbantu dengan kampanye Keamanan Pangan Kantin Sekolah.

"Semoga selepas program ini, pihak sekolah masih terus membiasakan diri untuk menjalankannya, sehingga Indonesia yang lebih sehat bisa terbentuk salah satunya melalui komunitas sekolah dasar," pungkasnya.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya