Ahok Rombak Birokrasi Pemprov DKI, 41 Pejabat Diturunkan Jabatan

Ahok melakukan perombakan birokrasi Pemprov DKI besar-besaran, hingga TKW Sumatera Selatan sudah 11 tahun tak ada kabarnya.

oleh Liputan6 diperbarui 18 Mei 2015, 19:02 WIB
Gubernur Ahok memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/2/2015). Kedatangan Ahok terkait kisruh dana siluman di APBD 2015 DKI Jakarta (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Tiang listrik tegangan tinggi roboh dan menutup Jalan Ir Haji Juanda, Tangerang, Banten usai ditabrak angkot. Berita itu mengawali Kilas Indonesia yang ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Senin (18/5/2015).

Akibatnya peristiwa tersebut, jalan penghubung wilayah Ciputat-Lebak Bulus mengalami kemacetan panjang. Usai kejadian, sopir angkot memilih melarikan diri.

Di Jakarta, sejumlah pejabat Pemprov DKI diduga melakukan penyelewengan dan kurang maksimal bekerja melayani masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok melakukan perombakan birokrasi besar-besaran.

Sebanyak 649 pejabat Pemprov DKI dilantik. 41 Pejabat Pemprov DKI resmi didemosi atau dijadikan staf, 13 pejabat dipindahkan dan 69 orang belum ditentukan statusnya. Usai dilantik, para pejabat Pemprov pun langsung menjalani tes urin untuk mencegah keterlibatan narkoba.

Di Jakarta Selatan, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 107, jajaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar upacara di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Upacara yang dipimpin Menteri Kominfo Rudiantara diakhiri dengan menaburkan bunga di makam para pahlawan.

Sementara di Palembang, seorang tenaga kerja wanita (TKW) bernama Nurina, asal Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, sudah 11 tahun tak ada kabarnya.

Terakhir, Nuriana bekerja sebagai pembantu di Malaysia. Pihak keluarga berharap pemerintah RI ikut mencari keberadaan Nuriana. (Dan/Yus)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya