Liputan6.com, Jakarta Maraknya pemberitaan mengenai prostusi yang diduga ada di kalangan artis membuat heboh masyarakat Indonesia. Hal ini pun menjadi pembicaraan ramai di semua kalangan. Maklum, seorang artis yang merupakan public figure seringkali tampil di layar kaca maupun layar lebar.
Nama-nama inisial artis pun kini bermunculan yang diduga sebagai pelaku prostitusi kelas atas. Namun, untuk yang satu ini tentu saja berbeda. Beberapa artis juga menjadi pelacur namun untuk kepentingan di dunia film.
Advertisement
Mereka tentu mau saja melakukan karena hal ini hanya kepentingan akting dan bukan kejadian yang nyata. Seperti apa pengalamannya?
Liputan6.com mencoba untuk memaparkan daftar-daftar artis yang berperan sebagai PSK di film. Berikut daftarnya.
1. Uli Auliani
1. Uli Auliani
Model cantik Uli Auliani beradegan cukup berani dalam film terbarunya yang berskala internasional, Java Heat. Beradu akting dengan salah satu bintang muda Hollywood, Kellan Lutz, ia harus memerankan seorang pelacur kelas kakap.
Tak hanya berperan menggoda, Uli pun benar-benar harus menanggalkan pakaian sampai hanya mengenakan bra dan celana dalam. Selain itu, ia juga harus berciuman secara bernafsu dengan Kellan.
"That's just acting. Jadi nggak terlalu mikirin izin dari orangtua atau pacar," imbuhnya.
Apalagi, ini merupakan film kelas Hollywood pertama bagi Uli, yang bisa menjadi langkah awal untuknya go international. Karena berpikir takkan ada kesempatan kedua, ia pun langsung menyambut positif tawaran bermain film Java Heat tanpa ragu.
"Masalah karakter atau yang lain, ya gimana cara kita profesional aja," ujarnya santai sambil tersenyum.
2. Joana Alexandra
2. Joana Alexandra
Joana Alexandra menjadi pelacur dalam film VIRGIN 2: BUKAN FILM PORNO. Di film ini kehidupan remaja zaman sekarang memang bisa dibilang amat memprihatinkan. Dalam kenyataannya, kehidupan remaja begitu dekat dengan narkoba, trafficking, dan juga pelacuran. Karenanya, produser Chand Parwez Servia menawarkan
"Film harus punya message jelas pada masyarakat biar bisa menjadi kontrol sosial agar masalah tidak berkelanjutan. Sekarang faktanya dalam kehidupan itu sangat dekat dengan narkoba, trafficking, atau pelacuran remaja. Menurut data yang ada, ada lebih dari 200 ribu pelacur remaja," kata Chand Parwez.
Dituturkannya pula, melalui film ini mereka ingin menampakkan kejelekan beserta sebab akibatnya. "Nggak mungkin dengan kebaikan melulu, di sini kita buat film paradoks. Nggak cuma nonjolin vulgarnya biar bisa membuat penonton miris. Dengan persoalan yang sebenarnya terjadi, menurut saya film seperti ini harus ada sebagai bahan pembelajaran kepada orang tua ataupun remaja," lanjutnya.