RI Ingin Kembali Jadi Anggota OPEC

Selama ini, Indonesia sangat ketinggalan terkait informasi harga minyak dan gas dunia.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 07 Mei 2015, 12:58 WIB
Harga minyak dunia kembali tertekan seiring permintaan melambat, sedangkan produksi minyak melimpah dan kekhawatiran ekonomi global.

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia ingin kembali menjadi anggota pengekspor minyak yang tergabung dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, tujuan Indonesia menjadi anggota OPEC agar bisa mengikuti perkembangan pasar. Selama ini, Indonesia sangat ketinggalan terkait informasi harga minyak dan gas dunia.

"Saya juga sedang pertimbangkan, ingin kembali aktif dalam OPEC. Karena kita keluar, dinamika pasar kita tidak tanggap dengan cepat," kata Sudirman di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Jika Indonesia menjadi pengekspor minyak dapat menutup terjadinya praktik spekulan dalam pengadaan minyak untuk Indonesia. Pasalnya, sebagai pembeli akan semakin dekat dengan penjual.

"Itu bagian dari menutup celah, karena muncul jarak pembeli dan penjual lebar. Kita mendekat," tuturnya.

Menurut Sudirman, Indonesia masih layak menjadi anggota OPEC karena meski produksi migasnya menipis Indonesia masih sedikit mengekspor hasil minyaknya.

Ia mengungkapkan, meski sudah tak lagi menjadi anggota, Indonesia masih diundang dalam pertemuan negara pengekspor minyak. Untuk tahap awal keanggotaan,  Indonesia akan menjadi peninjau.

"Kita akan mohon supaya jadi peninjau dulu, supaya kita bisa berinteraksi dengan market. Jadi tidak salah amat kalau jadi anggota. Berada di market dan interaksi dengan produsen besar harus dilakukan," pungkasnya.(Pew/Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya