Liputan6.com, Pariaman: Jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang melancarkan kritik pedas kepada pemerintah. Soalnya, pemerintah dinilai tak bersikap tegas terhadap invasi Amerika Serikat beserta sekutunya ke Afghanistan, Ahad dua pekan silam. Mereka memandang, seharusnya pemerintah dapat bersikap lebih keras dan berani kepada AS. Demikian dikemukakan Sekretaris Jenderal DPP PBB M.S. Kaban saat tablig akbar di Pantai Gandoriah, Kabupaten Pariaman, Sumatra Barat, baru-baru ini.
Menurut Kaban, aksi yang dilakukan Negara Adidaya dan sekutunya terhadap Afghanistan, bukan lagi membasmi terorisme. Namun, tindakan tersebut termasuk kategori pembumihangusan dan membunuhi rakyat Afghanistan. Bahkan, tindakan AS itu jauh lebih keji dari terorisme. Karena itu, Kaban mengharapkan pemerintah mengoptimalkan sistem politik bebas dan aktif. Caranya, Indonesia menggalang kekuatan yang lebih besar untuk menyerukan penghentian agresi militer tersebut. Paling tidak, penggalangan itu di tingkat negara-negara anggota Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Tenggara (ASEAN).
Sehubungan dengan imbauan tersebut, Kaban mengungkapkan bahwa partainya telah menyampaikannya kepada pemerintah. Terutama untuk melakukan tekanan terhadap "Polisi Dunia" tersebut. Tak hanya itu, partai berbasis Islam tersebut telah menyampaikan usulan pemboikotan produk AS, sesuai aspirasi dari sejumlah organisasi massa Islam. Selanjutnya, PBB memahami seruan Majelis Ulama Indonesia yang mengusulkan pembekuan hubungan diplomatik dengan Negara Paman Sam itu[baca: MUI: Hentikan Hubungan Diplomatik dengan AS].(ANS/Denni Risman dan Aldian)
Menurut Kaban, aksi yang dilakukan Negara Adidaya dan sekutunya terhadap Afghanistan, bukan lagi membasmi terorisme. Namun, tindakan tersebut termasuk kategori pembumihangusan dan membunuhi rakyat Afghanistan. Bahkan, tindakan AS itu jauh lebih keji dari terorisme. Karena itu, Kaban mengharapkan pemerintah mengoptimalkan sistem politik bebas dan aktif. Caranya, Indonesia menggalang kekuatan yang lebih besar untuk menyerukan penghentian agresi militer tersebut. Paling tidak, penggalangan itu di tingkat negara-negara anggota Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Tenggara (ASEAN).
Sehubungan dengan imbauan tersebut, Kaban mengungkapkan bahwa partainya telah menyampaikannya kepada pemerintah. Terutama untuk melakukan tekanan terhadap "Polisi Dunia" tersebut. Tak hanya itu, partai berbasis Islam tersebut telah menyampaikan usulan pemboikotan produk AS, sesuai aspirasi dari sejumlah organisasi massa Islam. Selanjutnya, PBB memahami seruan Majelis Ulama Indonesia yang mengusulkan pembekuan hubungan diplomatik dengan Negara Paman Sam itu[baca: MUI: Hentikan Hubungan Diplomatik dengan AS].(ANS/Denni Risman dan Aldian)