Warna Khusus Band Sagu

NUANSA sastra kental mewarnai kelompok musik baru asal Riau, Sagu. Band yang diisi Epri (vokal), Ganni (gitar), Itoy (drum) dan Widdi (bas) ini memiliki hobi bermusik sama kuat dengan bersastra. "Kita coba tawarkan musik bermain pada musik yang lirik-liriknya mendasar di tanah Melayu sana (Riau...

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Mei 2005, 16:02 WIB
NUANSA sastra kental mewarnai kelompok musik baru asal Riau, Sagu. Band yang diisi Epri (vokal), Ganni (gitar), Itoy (drum) dan Widdi (bas) ini memiliki hobi bermusik sama kuat dengan bersastra. "Kita coba tawarkan musik bermain pada musik yang lirik-liriknya mendasar di tanah Melayu sana (Riau)," kata salah seorang personel Sagu, baru-baru ini. Sagu turut didukung Taufik Ikram Jamil. Produser album pertama Sagu berjudul Istana Kerinduan itu berpartisipasi membacakan puisi berjudul Aku Sudah Menjawab di album tersebut. Hasilnya cukup mencengangkan. Album Istana Kerinduan laku jutaan kopi. Menanggapi hal ini, Sagu tetap rendah hati. "Yang paling penting ketika kita berbagi sama orang tentang karya yang kita buat rasanya sastranya bisa lebih indah," kata salah seorang personel Sagu. Pengamat musik Bens Leo pun memuji eksistensi Sagu. Meski menawarkan lirik yang sangat puitis, menurut dia, Sagu tetap saja menawarkan unsur pop rock yang trendi. "Yang agak surprise sebenarnya ini adalah band indie label (independen). Spiritnya bagus," ujar Leo. Album inpenden mendapat perhatian dalam nominasi SCTV Music Awards. Nominasi itu terdapat pada grup Slank. Penghargaan tersebut jelas disambut gembira grup band yang bermarkas di Gang Potlot, Durentiga, Jakarta Selatan ini. "SCTV [Music] Awards mengenai seberapa besar karya yang diterima masyarakat akan dapat dilihat disitu," kata Bimbim, personel Slank. Di kesempatan itu, tak lupa Kaka, Abdee, Bimbim, dan Ridho mengharapkan dukungan para penggemarnya di ajang SCTV Music Awards tersebut.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya