Liputan6.com, Los Angeles, Amerika Serikat Oleh sebagian orang, "punk" terlanjur dianggap sebagai salah satu aliran musik yang maskulin. Padahal, di luar segala pernyataan-pernyataan tak resmi para penggemar soal aliran ini, Punk belakangan telah menjelma menjadi aliran musik yang bisa dinikmati oleh hampir semua kalangan.
Busted misalnya, meski awalnya banyak mendapat tanggapan miring atas kenekatan mereka meramu musik punk dengan formula boyband, kumpulan pria tampan asal Inggris tersebut sanggup membuat telinga luluh melalui sejumlah karya yang tak kalah keras dengan band yang mengaku beraliran punk pop.
Advertisement
Bahkan, kalau melihat album ketiga mereka, terdapat dua punggawa Punk Pop yang ikut berpartisipasi, yakni Mark Hoppus dari Blink 182 dan Rivers Cuomo dari Weezer. Sungguh luar biasa bukan?
Lantas, bagaimana ceritanya kalau band punk dipimpin oleh transgender? Belum lama ini, seperti dikutip dari laman Kerrang!, Rabu (22/4/2015), vokalis band punk Against Me!, Thomas James Gabel, resmi mengubah kelaminnya menjadi wanita.
Kontan, keputusan tersebut membuat banyak penggemar merasa tidak percaya. Maklum, sejak mendirikan Against Me! di tahun 1997, Thomas yang sempat menikah dua kali dikenal sebagai sosok yang sangat maskulin. Dirinya juga lah yang menciptakan sejumlah lagu bernada keras yang sampai saat ini banyak dijadikan lagu-lagu wajib para punkers.
Lalu, apakah perubahan besar tersebut membuat penggemarnya hilang?
Dua tahun setelah merubah dirinya menjadi wanita lewat sejumlah oprasi, Thomas James Gabel yang saat ini bernama Laura Jane Grace langsung tancap gas membuat album keenam bareng bandnya, Against Me!