Keluarga TKI Karni Berharap Difasilitasi Kemlu Berziarah ke Arab

Suasana duka masih terasa di rumah Darpin, suami Karni binti Medi Yarsim, tenaga kerja wanita (TKW) yang dihukum mati di Arab Saudi.

oleh Liputan6 diperbarui 19 Apr 2015, 08:00 WIB
Suasana duka masih terasa di rumah Darpin, suami Karni binti Medi Yarsim, tenaga kerja wanita (TKW) yang dihukum mati di Arab Saudi.

Liputan6.com, Brebes - Suasana duka masih terasa di rumah Darpin, suami Karni binti Medi Yarsim, tenaga kerja wanita Indonesia (TKI) yang dihukum mati di Arab Saudi. Sejak mendengar kabar kematian Karni, rumah di Desa Karang Junti, Kecamatan Losari, Brebes, Jawa Tengah ini terus didatangi kerabat dan keluarga.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (19/4/2915), duka masih terlihat di wajah Darpin dan anaknya Desi Sri Rahayu. Desi tak henti menanyakan kabar ibunya yang lama tak dijumpainya.

Untuk menghibur anaknya, Darpin sengaja membelikan baju kebaya dan sepasang sepatu yang akan dikenakan untuk perayaan Hari Kartini nanti. Darpin berharap Kementerian Luar Negeri (Kemnlu) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BN2PTKI) memfasilitasi keluarganya untuk berziarah ke makam Karni di Arab Saudi.

Berbeda dengan keluarga TKW Zainab yang di hukum pancung di Arab Saudi. Dalam waktu dekat dua anak Zainab akan segera berangkat ke Arab Saudi untuk berziarah ke makam ibunya.

Siti Zainab bin Duhri Rupa di hukum pancung di Madinah, Arab Saudi setelah menjalani hukuman penjara selama 16 tahun. Atas kesepakatan keluarga, jenazah Siti Zaenab tetap dimakamkan di Bakek Madinah dan tidak akan dipindahkan ke kampung halaman di Bangkalan.

Kecemasan juga dirasakan Iti Sarniti, Orangtua Tuti Tursilawati, TKW asal Desa Cikeusik, Majalengka, Jawa Barat yang juga terancam dihukum pancung oleh Pemerintah Arab Saudi.

Sejak 2010, Tuti mendekam di penjara Thaif Arab Saudi dengan tuduhan membunuh majikannya. Sejak mendengar eksekusi mati terhadap Siti Zaenab dan Karni binti Medi Tarsim, pihak keluarga Iti Sarniti merasa dihantui dan khawatir akan nasib anaknya.

Berbagai upaya sudah dilakukan Iti untuk membebaskan anaknya. Pada 2012, dibantu Kementerian Luar Negeri, Iti mengajukan ampunan ke Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Namun upaya itu hingga kini belum membuahkan hasil. (Dan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya