Pertamina Yakin Mampu Mengelola Blok Mahakam dengan Baik

Seminar nasional ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu nasional dan kebijakan publik

oleh Sulung Lahitani diperbarui 13 Apr 2015, 16:16 WIB
Seminar nasional ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu nasional dan kebijakan publik

Citizen6, Jakarta Kompasiana kembali menggelar seminar nasional dengan tujuan meningkatkan wawasan masyarakat terkait isu nasional dan kebijakan publik. Kali ini, isu yang disorot yakni dunia minyak dan gas (migas) terkait Blok Mahakam. Seminar yang bertemakan Penyelamatan Sumber Daya Alam Migas di Indonesia tersebut berlangsung hari ini dan menghadirkan para pembicara dari kalangan pemangku kebijakan maupun akademisi.

Bertempat di Hotel Santika Premiere, para pembicara yang mengisi seminar yakni Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, Direktur Hulu PT. Pertamina Syamsu Alam, Kepala Unit Pengendalian Kinerja Kementrian ESDM Widhyawan Prawiraatmadja, Pakar Migas Dr. Andang Bachtiar, serta Ketua DPD RI Irman Gusman. Seminar Nasional Blok Mahakam ini juga dimoderatori oleh Helmy Yahya.

Menurut Pepih Nugraha selaku penyelenggara, masyarakat perlu mengetahui masa depan Blok Mahakam karena menyangkut sumber daya alam yang dalam konstitusi dikuasai oleh negara untuk kemakmuran bersama. "Masyarakat punya share, masyarakat adalah stakeholder, sehingga harus tahu terkait masa depan Blok Mahakam ini," katanya. Seminar yang dihadiri masyarakat umum dan Kompasianer (blogger Kompasiana) ini dibagi atas dua sesi, yaitu sesi penyampaian pandangan serta tanya-jawab.

Foto dok. Liputan6.com

Pengelolaan Blok Mahakam menjadi perhatian mengingat kontraknya akan berakhir pada 2017. Saat pemerintah memutuskan tidak memperpanjang kontrak melainkan melimpahkan penguasaan pengelolaan Blok Mahakam pada Pertamina, timbul sedikit keraguan. Mampukah Pertamina mengelola blok?

Pertanyaan tersebut dijawab dengan baik oleh ahlinya. Menurut Syamsu Alam, Pertamina mampu mengelola Blok Mahakam dengan baik. Namun ia menambahkan, perlu keterlibatan daerah untuk mewujudkan pemerataan kemakmuran.

Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya acara. Salah satu peserta, Nasrul menuturkan kalau seminar nasional tersebut membuat ia makin peduli pada nasib dunia migas di Indonesia. Ia menambahkan, ke depannya permasalahan dunia migas akan dibahas di organisasi-organisasi kampus yang ia ikuti.

Foto dok. Liputan6.com

Lain lagi bagi Dian Kelana. Baginya, seminar nasional tersebut sangat bermanfaat karena meski tidak mengikuti secara spesifik, ia akan memberi masukan-masukan pada pemerintah dari kacamata masyarakat umum. Baginya, blogger sudah seharusnya peduli terhadap langkah kebijakan yang diambil pemerintah. Terutama terkait kemaslahatan bersama.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya