<i>Virgin</i>, Ketika Moral Film Kembali Dipertanyakan

DUNIA perfilman Indonesia kembali menjadi sorotan. Belum reda kontroversi <i>Buruan Cium Gue!</i>, kini muncul <i>Virgin (Ketika Keperawanan Dipertanyakan)</i> produksi Kharisma Starvision Plus. Film ini mengisahkan kehidupan <i>anak gaul</i> kota besar dalam potret persahabatan tiga anak sekolah menengah umum umur 16 tahun bernama Biyan (Laudya Cynthia Bella), Stella (Ardina Rasti), dan Ketie (Angie). Dan, tentu saja sesuai dengan tajuknya, film mengetengahkan konflik batin tokoh utama soal kep...

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Desember 2004, 14:51 WIB
DUNIA perfilman Indonesia kembali menjadi sorotan. Belum reda kontroversi Buruan Cium Gue!, kini muncul Virgin (Ketika Keperawanan Dipertanyakan) produksi Kharisma Starvision Plus. Film ini mengisahkan kehidupan anak gaul kota besar dalam potret persahabatan tiga anak sekolah menengah umum umur 16 tahun bernama Biyan (Laudya Cynthia Bella), Stella (Ardina Rasti), dan Ketie (Angie). Dan, tentu saja sesuai dengan tajuknya, film mengetengahkan konflik batin tokoh utama soal keperawanan. Namun, sejak peluncurannya 9 November silam, Virgin terus mengundang kontroversi. Berbagai kalangan menilai film garapan Hanny R. Saputra ini terlalu mengekspos kehidupan seks bebas dan gaya hidup negatif seperti alkohol, tato, dan kata-kata makian berbahasa Inggris. Bahkan, Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin memerintahkan penghentian penayangan dan penarikan peredaran film Virgin sejak 23 November 2004 karena jauh dari nilai-nilai budaya orang Makassar dan dikhawatirkan memberi pengaruh negatif. Menyikapi hal ini, bos Starvision Chand Parwez angkat bicara. Menurutnya, Virgin telah mengantongi restu Lembaga Sensor Film dengan kriteria film dewasa melalui delapan kali penyensoran. Film produksinya itu juga tak melulu menampilkan sisi buram remaja kota besar. "Kita menawarkan kualitas bukan kontroversi," tambah Chand. Bahkan, ia yakin Virgin bisa menjadi awal kebangkitan perfilman Indonesia. Hal senada dilontarkan Ardina Risti. Ia menilai film yang dibintanginya itu menyuguhkan moral dan realita kehidupan remaja masa kini. Virgin mencoba menyadarkan para orang tua tentang kehidupan anak-anak mereka di luar rumah. Film karya sutradara yang pernah meraih Golden Award di Cairo International Festival for Children untuk film Nyanyian Burung ini pun mengetuk nurani remaja putri terutama di kota besar untuk kembali menyisihkan nilai kesucian seperti keperawanan. Terlepas dari semua itu, kehadiran Virgin justru membawa tanda tanya besar bagi perfilman di Tanah Air. Benarkah film ini membawa pesan moral seperti yang digembar-gemborkan para pembuatnya atau hanya sisipan sebagai pemanis? Atau bahkan sekadar memenuhi syarat agar peredarannya bisa direstui LSF? Yang pasti film ini bisa mengobati kerinduan akan akting beberapa aktor senior seperti Tio Pakusadewo, Henidar Amroe, Ayu Azhari, Unique Priscilla, dan Ari Sihasale.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya