Zara Zettira Mempersoalkan Hak Cipta

Zara Zettira tengah gundah. Penulis kreatif ini keberatan atas pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan Yoen K, produser Net Film yang memproduksi sinetron <i>Jumirah Goes to Hollywood</i>. Menurut Zara, Net telah mempercayakannya sebagai pelaksana produksi di Hollywood, Los Angeles, Amerika Serikat, termasuk menunjuk perusahaan lokal FTSN untuk memproduksi sinetron tersebut. &quot;Pada saat itu tidak ada kerja sama dan kontrak untuk penulisan skenario, sampai setelah produksi berjalan, tiba-tib...

oleh Liputan6Diterbitkan 10 September 2003, 14:09 WIB
Zara Zettira tengah gundah. Penulis kreatif ini keberatan atas pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan Yoen K, produser Net Film yang memproduksi sinetron Jumirah Goes to Hollywood. Menurut Zara, Net telah mempercayakannya sebagai pelaksana produksi di Hollywood, Los Angeles, Amerika Serikat, termasuk menunjuk perusahaan lokal FTSN untuk memproduksi sinetron tersebut. "Pada saat itu tidak ada kerja sama dan kontrak untuk penulisan skenario, sampai setelah produksi berjalan, tiba-tiba di tengah produksi Pak Yoen K memutuskan kerja sama tanpa pemberitahuan apa-apa," kata Zara yang didampingi kuasa hukumnya, Gusti Randa. Belakangan, tanpa bicara, Net menggandeng perusahaan lain untuk memproduksi sinetron tersebut lantaran ada masalah dengan FTSN. "Dia tak berhak memproduksi sinetron itu karena tidak ada jual beli skenario saya. Tapi kalau dia produksi potong kompas berarti dia harus lebih dahulu menyelesaikan kewajibannya," kata Zara. "Script itu tidak pernah dialihkan. Kan hak cipta itu dapat berpindah tangan dengan jual beli, hibah, dan segala macam. Ini tidak pernah dialihkan," kata Gusti mengingatkan. Zara menambahkan, "Kok enak benar bisa produksi skenario saya tanpa ada ikatan kerja sama, saya tidak pernah menghibahkan hak cipta saya pada Net Film," kata penulis cerita pendek, novel, dan penulis skenario terkenal ini. Selain pelanggaran hak cipta, menurut Gusti, Yoen juga sudah menyatakan pada media bahwa kliennya melakukan penggelapan dana. "Padahal klien saya sudah mengeluarkan dana untuk praproduksi," kata dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya