Liputan6.com, New York- Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di awal pekan ini seiring dolar AS melemah. Hal itu ditambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap kapan The Federal Reserve menaikkan suku bunganya.
Penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang belakangan ini telah meningkatkan harapan kalau The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada 2015. Semua fokus pelaku pasar pun tertuju pada pernyataan The Fed pada Rabu pekan ini. Pelaku pasar berharap bank sentral akan memberikan signal jelas kapan waktu untuk menaikkan suku bunga pertama kali dalam hampir 10 tahun ini.
Advertisement
"Ini kelihatannya harapan terhadap suku bunga mendorong pasar saham sekarang. Setiap hari ketika mereka berpikir suku bunga akan mulai naik, dan mereka gugup sehingga memicu aksi jual," ujar Uri Landesman, President Platinum Partners seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (17/3/2015).
Indeks saham Dow Jones pun menguat 228,11 poin (1,29 persen) ke level 17.977,42. Indeks saham S&P 500 mendaki 27,79 poin (1,35 persen) ke level 2.081,19. Indeks saham Nasdaq menanjak 57,75 poin (1,19 persen) ke level 4.929,51.
Sejumlah sektor saham menguat pada hari ini. Sektor saham energi naik didorong indeks sektor saham energi S&P 500 naik 1,4 persen. Sektor saham perawatan kesehatan mendaki 2,2 persen didorong kenaikan harga saham Amgen sebesar 5,7 persen menjadi US$ 163,03. Kenaikan harga saham dipicu sentimen adanya laporan data soal obat.
Adapun penurunan terbesar di indeks saham S&P didorong dari saham Avon Products yang melemah 5,7 persen menjadi US$ 7,28. Volume perdagangan saham tercatat sekitar US$ 6,2 miliar saham di bursa saham AS. Angka ini di bawah rata-rata perdagangan saham sekitar 6,6 miliar saham. (Ahm/)