Pemerintah Bakal Hapus Subsidi Biodiesel

Pemerintah akan memberikan insentif berupa pengurangan pajak dan bea keluar dari harga patokan ekspor.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 16 Maret 2015, 18:30 WIB
Ilustrasi Solar naik (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berencana mencabut subsidi untuk biodesel, dan mengganti dengan insentif untuk produsennya. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana mengatakan, pencabutan subsidi dilakukan agar harga biodiesel lebih murah.

"Kami malah ada wacana untuk mencari solusi yang tidak lagi ada subsidinya, berupa insentif fiskal. Sebenarnya ada," ujar Rida di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2015).

Rida mengatakan, memang ada dua pilihan untuk menekan harga biodiesel yaitu pemberian subsidi dan insentif kepada produsen. Hal itu dilakukan agar crude palm oil/minyak kelapa sawit ditekan.

Ia menambahkan, insentif tersebut berupa pengurangan pajak dan penghapusan bea keluar dari Harga Patokan Ekpor (HPE) pada bahan baku biodiesel yaitu minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) yang dijual di dalam negeri. Dengan begitu harga CPO bisa menurun.

"CPO ditetapkan di Kemendag dan Kementan. Itu kan HPE-nya ada bea keluaran, dan untuk di dalam negeri harusnya nol dong karena tidak keluar.  Di situ jadi lebih murah, ujung-ujungnya akan menekan harga biodiesel," pungkasnya. (Pew/Ahm)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya