Rupiah Tertekan, Jokowi Pesan RI Harus Waspada

Presiden Jokowi kembali mengumpulkan menteri ekonomi, Gubernur BI dan dan Ketua Dewan Komisioner OJK membahas soal rupiah pada sore ini.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 11 Maret 2015, 17:23 WIB
Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh pemangku kebijakan dalam Kabinet Kerja nya yang berkaitan dengan moneter untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi perkembangan ekonomi global.

Hal itu dibuktikan dengan adanya pelemahan rupiah yang sampai saat ini bergerak di atas level 13.000 per dolar AS‎. Sentimen faktor global lebih memiliki peran dalam pelemahan nilai tukar rupiah.

Jika tren pelemahan rupiah ini terus berlanjut, Jokowi mengkhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015.

"‎Kita semuanya harus optimis bahwa tahun ini ekonomi tumbuh lebih baik. Tapi kita juga harus hati-hati iya dan waspada iya,‎" kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2015).
‎

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo sore ini kembali mengumpulkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Gu‎bernur Bank Indonesia dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan untuk membahas mengenai nasib nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pertemuan tersebut menjadi pertemuan yang kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah semalam pukul 19.00 WIB Jokowi juga mengadakan pertemuan yang sama.

"Saya ingin mendengar langsung situasinya seperti apa meski tadi malam kita sudah ketemu, tapi saya kira sore ini di ruangan ini akan lebih baik lagi," kata Jokowi.

Sementara itu data valuta asing Bloomberg, Rabu pekan ini menunjukkan nilai tukar rupiah dibuka melemah cukup parah ke level 13.196 per dolar AS. Nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,57 persen ke level 13.168 per dolar AS pada perdagangan pukul 8:56 waktu Jakarta. Masih di awal sesi perdagangan, nilai tukar rupiah masih berfluktuasi melemah di kisaran 13.145-13.198 per dolar AS.‎ ‎ (Yas/Ahm)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya