Investor Asing Jual Saham, IHSG Turun 43 Poin

Ada sebanyak 222 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah pada penutupan perdagangan saham Rabu pekan ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 11 Maret 2015, 16:08 WIB
IHSG ditutup terkoreksi tajam 0,94% ke 5.197,12 pada perdagangan Selasa (9/9/14), setelah sempat ditutup di rekor tertinggi baru 5.246,48 pada Senin. (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang hari ini. Aksi jual investor asing menambah tekanan ke indeks saham.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (11/3/2015), IHSG melemah 43,36 poin (0,79 persen) ke level 5.419,56. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,83 persen ke level 941,51. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Ada sebanyak 222 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. Lalu hanya ada 68 saham menghijau dan 83 saham lainnya diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.439,26 dan terendah 5.405,94.

Transaksi perdagangan saham hari ini cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 261.775 kali dengan volume perdagangan saham 6,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 7,2 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham barang konsumen naik 0,48 persen. Sektor saham konstruksi turun 1,97 persen, sektor saham industri melemah 1,67 persen, dan sektor saham tambang tergelincir 1,56 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 1 triliun. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 900 miliar.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham TRAM naik 5,81 persne ke level Rp 91 per saham, saham UNVR menguat 2,51 persen ke level Rp 38.750 per saham, dan saham SOCI mendaki 2,48 persen ke level Rp 620 per saham.

Saham-saham yang tertekan antara lain saham ASRI melemah 5,13 persen ke level Rp 555 per saham, saham PWON tergelincir 3,56 persen ke level Rp 487 per saham, dan saham ADHI turun 3,58 persen ke level Rp 3.095 per saham.

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto menuturkan, rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mendorong aksi jual investor asing. Investor asing khawatir terhadap tekanan rupiah dapat mengurangi keuntungan investasinya.

"Ini kesempatan mereka untuk merealisasikan keuntungan karena rupiah melemah. Mereka juga takut," ujar David saat dihubungi Liputan6.com.

David menilai, tekanan IHSG masih wajar mengingat indeks saham sudah naik cukup banyak sejak akhir Februari 2015. Selain itu, David tetap optimistis terhadap ekonomi Indonesia meski nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar AS.

"Ini bukan salah kita. Memang dolar AS lagi kuat," kata David.

Sementara itu, bursa saham Asia cenderung variatif hari ini. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,8 persen. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,2 persen, indeks saham Australia turun 0,6 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,3 persen. Sedangkan indeks saham Shanghai naik 0,3 persen, indeks saham Mumbai menguat 0,3 persen, dan indeks saham Taipei mendaki 0,2 persen. (Ahm/)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya