PAPPRI DKI Jakarta Gelar Renungan Hari Musik 2015

Mereka mengadakan syukuran sederhana yang dilakukan di Tugu Proklamasi kawasan Menteng Jakarta Pusat.

oleh Julian Edward diperbarui 11 Mar 2015, 08:10 WIB
Mereka mengadakan syukuran sederhana yang dilakukan di Tugu Proklamasi kawasan Menteng Jakarta Pusat.

Liputan6.com, Jakarta Peringatan hari Musik yang diperingati setiap tanggal 9 Maret ditandai dengan melakukan renungan dan syukuran.
Seperti yang dilakukan PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagu dan Pemusik Republik Indonesia) DKI Jakarta selaku penggagas yang sekaligus memperjuangkan gagasannya hingga terwujudnya Hari Musik Nasional, mengadakan syukuran sederhana yang dilakukan di Tugu Proklamasi kawasan Menteng Jakarta Pusat baru-baru ini.

Dalam Sambutannya Ketua DPD PAPPRI DKI Jakarta, Ayu Soraya mengungkapkan jika peringatan dilakukan di tempat bersejarah. "Kami menyelenggarakan acara ini dengan sangat sederhana di tempat yang sangat bersejarah ini. Namun demikian tidak mengurangi kesakralan dan rasa bangga kita selaku seniman musik terhadap apa yang telah diperjuangkan PAPPRI hingga melahirkan Hari Musik Nasional yang sudah ditetapkan melalui Keppres," ujar Ayu.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Pembina PAPPRI Dharma Oratmangun mengungkapkan historinya hari Musik Nasional. "Hari Musik ini merupakan perjuangan panjang dari PAPPRI dimulai era Presiden Habibie, Presiden Gus Dur, Presiden Megawati, hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada masa Presiden Megawati Hari musik dicanangkan, baru pada era presiden SBY Hari Musik ditetapkan melalui Keppres no 10 Tahun 2013," ujar Dharma.

Lebih lanjut Dharma juga  menyentil  peran dan perhatian pemerintah terhadap Hari Musik. "Hari Musik bukan hanya milik PAPPRI, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia, bahkan sudah disahkan oleh pemerintah dengan Keppres, dimana perhatian pemerintah yang syah ini terhadap Hari Musik. Mana..mana..?," tanya Dharma.

Menurut Dharma, perhatian pemerintah memang masih dirasa kurang terhadap Hari Musik Nasional ini. Pasalnya, hampir tidak ada seremonial yang dilakukan oleh pemerintah dalam memperingati Hari Musik yang jatuh pada tanggal 9 Maret setiap tahunnya ini.

"Kita tahu Presiden Jokowi memang pecinta musik, utamanya musik rock. Tetapi mencintai atau menggemari musik saja tidaklah cukup, sebab kapasitasnya sebagai orang nomor satu di negeri ini seharusnya memberikan apresiasi yang lebih terhadap adanya Hari Musik Nasional ini.
Tidak hanya PAPPRI yang berharap perhatian dari pemerintah, tetapi juga seluruh Insan Musik di pelosok negeri ini mengharapkan adanya perhatian, gebrakan, serta tindakan nyata dari pemerintah terhadap keberadaan Hari Musik dan para pelaku seni musik," pungkas Dharma.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Pembina PAPPRI Dharma Oratmangun, Sekjen PAPPRI, Johny W Maukar, Ketua DPD PAPPRI DKI, Ayu Soraya dan beberapa teman musisi seperti, Baron, Bondan Prakosa, Sylvia Saartje dan para musisi lainnya, serta DPC PAPPRI yang berada di DKI Jakarta dan Sekitarnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya